Rabu, 17 Juni 2026 | 18:39
NEWS

Pemberian ASI di Masa Pandemi Covid-19, Apa saja yang Perlu Diperhatikan?

Pemberian ASI di Masa Pandemi Covid-19, Apa saja yang Perlu Diperhatikan?
Webinar Siloam Hospital Bali (Dok Siloam Hospital Bali)

ASKARA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama pandemi Covid-19 menimbulkan kekhawatiran dan stres banyak orang, terutama ibu dari bayi terkait perlindungan yang memadai untuk mereka.

Saat ini, pemerintah telah mengeluarkan berbagai aturan untuk menghentikan penyebaran virus Corona dengan mengimbau masyarakat agar menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan selalu rajin mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer.

Sumber panduan WHO menyebutkan, Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi mencapai pertumbuhan yang optimal. Dari data ilmiah disebutkan bahwa penularan selama hamil sangat jarang terjadi dan belum ada bukti ilmiah virus Covid-19 terdeteksi di ASI.

Terkait kondisi ini, Siloam Hospital Bali mengadakan webinar tentang "Apa yang perlu diperhatikan saat pemberian ASI di masa pandemi Covid-19".

Menurut dr I Gusti Ngurah Twi Adnyana, di masa pandemi banyak ibu menyusui yang khawatir memberikan ASI pada sang bayi, karena takut akan tertular virus Corona. 

"ASI merupakan asupan yang protektif karena mengandung antibodi dan sebagai nutrisi terbaik dengan harga murah. Kandungan zat imunitas pada ASI berfungsi sebagai Colostrum dan kaya akan protein," kata dr I Gusti, dalam siaran pers yang diterima Askara, Sabtu (29/8). 

Dalam hal menyusui di masa pandemi, terdapat beberapa panduan bagi ibu-ibu yakni, jika ibu mengalami sakit dengan gejala ringan disarankan untuk melalui (ASIP) ASI Perah, tapi jika sakit dengan gejala yang berat disarankan untuk rawat inap dengan tetap memberikan ASIP. Berbeda dengan kondisi ibu sehat atau bebas dari covid-19 maka ibu menyusui bisa langsung memberikan ASI dengan 3W, yaitu Wear mask, Wash hand, dan Wipe surface.

Apakah Aman Memberikan ASI Perah?

Ya, sampai saat ini virus ini belum ditemukan di dalam ASI, sehingga untuk sementara dapat disimpulkan bahwa virus ini tidak dapat ditularkan dengan memberikan ASIP dari seorang ibu positif Covid-19 atau diduga terinfeksi sekalipun.

Untuk itu, tetap berikan ASI karena pemberian sufor selalu ada risiko karena bukanlah pilihan yang tepat untuk sebagian besar bayi. Ada banyak faktor yang dapat ditimbulkan seperti banyak keluarga yang tidak memiliki air bersih di lingkungannya, hal ini dapat meningkatkan risiko bayi mengalami diare atau gizi buruk. 

Adapun panduan yang dilakukan dalam pemberian ASIP dengan beberapa proses yaitu; sterilisasi alat dan penyimpanan yang benar.

Penyimpanan dengan beberapa proses yang harus diperhatikan adalah:

Penyimpanan di kulkas baik freezer maupun refrigerator antara 2 hari sampai 2 minggu. Dan dalam penggunaannya ASIP harus direndam dahulu pada wadah isi air hangat, dan jangan direbus di atas kompor masak. ASIP hanya digunakan sekali pakai dan tidak dapat disimpan kembali.

Saat penyimpanan ASIP, volume dalam botol maksimal 150 ml dan saat pemberian, maksimal kurang dari 12 jam setelah dikonsumsi.

Jika pemberian ASI harus dilakukan di tempat umum maka wajib perhatikan hal berikut:

Kebersihan

Sebelum menyusui di tempat umum, seperti ruang laktasi, cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir. Alternatifnya, gunakan hand sanitizer.

Masker

Masker penting digunakan di tempat umum, mengingat saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Gunakan Nursing Cover

Penggunaan Nursing Cover dapat menjadi penghalang agar bayi tidak mudah terpapar oleh lingkungan di tempat menyusui, dengan begitu risiko penularan pun bisa berkurang.

"Pada prinsipnya, besarnya manfaat menyusui sebenarnya jauh melebihi potensi risiko penularan dan penyakit lain yang terkait Covid-19. Jadi untuk para ibu menyusui jangan takut memberikan ASI pada bayinya," pungkas dr I Gusti.

Komentar