Kamis, 04 Juni 2026 | 04:53
NEWS

Respons Dingin Firli Bahuri Saat Diminta Mundur dari Ketua KPK

Respons Dingin Firli Bahuri Saat Diminta Mundur dari Ketua KPK
Ketua KPK, Firli Bahuri (Dok ntmcpolri.info)

ASKARA - Respons dingin ditunjukkan Firli Bahuri, yang diminta meletakkan jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika terbukti melanggar kode etik. 

Permintaan tersebut disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman saat menjadi saksi sidang etik Firli di hadapan Dewan Pengawas KPK terkait dugaan gaya hidup mewah menggunakan helikopter saat melakukan kunjungan beberapa waktu lalu.

Kepada awak media, Firli pun hanya memberikan jawaban singkat usai sidang, di gedung KPK lama, Selasa (25/8).

"Kita ikuti undang-undang saja ya," ucap Firli. 

Firli mengaku menyerahkan proses sidang etik dirinya kepada Dewan Pengawas KPK. Menurut Firli, dia telah menyampaikan klarifikasi penggunaan helikopter dalam sidang itu.

Dikatakan Firli, semua keputusan kembali kepada Dewas KPK, apakah dirinya memang melakukan pelanggaran etik atau tidak.

"Biar dewas yang sampaikan semuanya ya, mohon maaf ya. Semua tadi sudah saya sampaikan ke dewas," kata Firli.

Sebelumnya, dalam proses sidang etik Koordinator MAKI, Boyamin Saiman menjelaskan terkait laporannya itu. Menurut Bonyamin, Filri menjelaskan helikopter yang dipakai sebagai perjalanan pribadi, bukan sebagai kapasitasnya sebagai pimpinan KPK.

Selain itu, penggunaan helikopter itu juga dibayar sesuai tarif dengan uang gaji.

"Pak Firli sifatnya hanya tanggapi. Pak Firli katakan sudah dibayar, tapi saya kan menyampaikan dibayar full dapat diskon atau lain, pak Firli jawab bayar sendiri dan full, nanti apakah pembayaran standar atau nggak itu tugasnya dewas bukan saya," ujar Boyamin.

Ditambahkan Boyamin, sidang etik ini berjalan cukup baik meski digelar secara tertutup. 

"Jadi ini persidangan fair. Tadi juga diberi kesempatan pak Firli menanggapi kesaksian saya," tandas Boyamin.

Komentar