Gerakan Bermasker di Masyarakat Gunakan Pendekatan Kearifan Lokal
ASKARA - Masker menjadi hal wajib untuk dikenakan terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru karena mampu mencegah terpaparnya Covid-19. Karena cipratan droplets terhalang masuk ke mulut atau hidung seseorang.
Selama masa adaptasi kebiasaan baru yang sudah memasuki bulan kelima, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah mengajak masyarakat menggunakan masker.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan tokoh masyarakat, ulama, dan relawan untuk menyukseskan gerakan bermasker. Sehingga terciptanya perilaku baru di masyarakat.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan mengatakan, tokoh panutan menjadi agen perubahan di sekeliling masyarakat yang turut mengajak menggunakan masker agar terciptanya suatu kebiasaan.
"Perlu sebenarnya ada tokoh-tokoh panutan untuk kemudian selalu mengingatkan dan menyehatkan karena intinya adalah pencegahan," jelas Lilik dalam dialog di Media Center Satuan Tugas, Jakarta, Selasa (11/8).
Kampanye yang akan dilakukan itu melalui satu sosial media dan juga para relawan langsung turun ke lapangan. Selain itu, mengajak para pakar setiap daerah menyusun konten mengenai protokol kesehatan sesuai bahasa lokal.
Agen perubahan atau tokoh masyarakat pun beragam di setiap tempatnya agar setiap tokoh mampu menggerakan masyarakat di sekitarnya. Serta mampu mengedukasi dengan pendekatan kearifan lokal.
Lilik menjelaskan, bahwa sebelum tokoh masyarakat turun ke lapangan, mereka harus dibekali oleh tiga hal. Pertama, adaptasi kebiasaan baru merubah perilaku dan berdasarkan protokol kesehatan.
Kedua, materi terkait dengan komunikasi publik untuk memberikan edukasi dan sosialisasi. Ketiga, mendokumentasi kegiatan lewat inaRISK agar orang lain terinspirasi dan tergerak.
Misalnya di daerah Jawa Tengah, Jogja itu ada kearifan lokal dengan menggunakan tokoh-tokoh wayang, Punokawan dan sebagainya. "Nah materi-materi itu (dikemas) dengan kearifan lokal yang ada, budaya lokal yang ada," jelas Lilik.
"Jadi, itu materi yang kemudian kita sampaikan, tetapi intinya adalah sebenarnya protokol kesehatan," tambahnya.
Sekretaris Bidang Komunikasi Tim Koordinator Relawan Satgas Penanganan Covid-19, Devi Purgativa menyampaikan, tim relawan telah mengajak beberapa stakeholder untuk menyukseskan gerakan kampanye menggunakan masker di masyarakat.
"Jadi kita berusaha supaya semua orang dari elemen-elemen yang berbeda, semuanya harus melakukan (kegiatan) pakai protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, cuci tangan," tutur Devi.

Komentar