Sulawesi Tenggara Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Peringatan HPN 2022
ASKARA - Provinsi Sulawesi Tenggara tetap akan menjadi tuan rumah Peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari sebelumnya tahun 2021 menjadi 2022.
Pergeseran waktu pelaksanaan HPN di Sultra diputuskan dalam Rapat Pengurus Harian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan telah disetujui pimpinan Pemprov Sultra, Rabu (5/8).
"Provinsi Sulawesi Tenggara tetap menjadi tuan rumah HPN. Hanya saja karena pandemi virus corona atau Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir maka HPN di Sulawesi Tenggara digeser menjadi tahun 2022," jelas Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari.
Menurutnya, peringatan HPN yang dilaksanakan di sejumlah daerah dimaksudkan supaya kegiatan rutin ini bisa berkontribusi secara positif terhadap daerah yang menjadi tuan rumah.
"Kontribusi positif yang paling dirasakan adalah datangnya ribuan orang ke daerah tersebut sehingga terjadi berputaran ekonomi rakyat yang luar biasa. Tetapi, dengan adanya Covid-19 ini, saya khawatir jika kegiatan ini tetap dilaksanakan di Sultra tujuan itu bisa jadi tidak akan tercapai," ujar Atal S. Depari.
Di samping itu, pandemi Covid-19 juga sangat berpengaruh terhadap segala aktivitas termasuk persiapan perayaan HPN 2021. Aktivitas penerbangan hingga kegiatan fisik maupun pertemuan langsung yang masih sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan bisa berbuat banyak di daerah tuan rumah.
Menurut Atal S. Depari, ada beberapa daerah yang akan menjadi tuan rumah HPN 2021. Tetapi, dia belum menyebutkan karena masih dalam pembahasan dan penjajakan kepada calon tuan rumah.
Sekda Provinsi Sultra Nur Endang Abbas mewakili gubernur dalam rapat tersebut didampingi staf ahli gubernur, kadis kominfo, dan kadis pariwisata. Bergabung pula ketua PWI Sultra, sekretaris PWI dan para pengurus serta ketua SMSI Sultra dan pengurus dalam rapat yang dipandu dari Rumah Jabatan Gubernur Sultra di Kendari.
Nur Endang mengapresiasi pada pengurus PWI Pusat yang mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah HPN meski bergeser menjadi tahun 2022. Menurutnya, pemprov akan lebih siap lagi jika dua tahun masa persiapan untuk menyambut kegiatan nasional berskala besar itu. Apalagi menghadirkan presiden di Bumi Anoa.
"Kami sangat berterima kasih kepada PWI Pusat dan sangat bangga karena masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah tahun 2022. Kami akan berusahakan semaksimal mungkin untuk menjadi tuan rumah dan menyambut para tamu se-Indonesia dan negara sahabat di sini yang lebih baik," kata Nur Endang yang baru dilantik menjadi sekda.
Nur Endang menambahkan, untuk tetap mempromosikan Sultra di HPN 2021, pihak pemprov akan menitip beberapa hal kepada panitia seperti membuatkan seragam panitia dengan kain tenun khas Sultra. Dia juga akan berkunjung ke Kantor Pusat PWI untuk koordinasi lebih lanjut mengenai persiapan tersebut.
Ketua PWI Sultra Sarjono mengaku cukup sedih sekaligus lega dengan keputusan tersebut. Sebab persiapan cukup melelahkan yang dilakukan sejak sebelum pelaksanaan HPN 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan harus berujung pergeseran waktu.
Dia juga lega karena pandemi Covid-19 ini membuat pengurus PWI Sultra merasa waswas dengan kesuksesan kegiatan tersebut jika tetap diselenggarakan di Sultra.
"Kita bersyukur karena covid juga lah membuat waktu kita melakukan persiapan cukup panjang. Dengan pandemi begini langkah kita terbatas sehingga membuat kita khawatir tentang pelaksanaan HPN kalau 2021 tetap di Sultra," ujar Sarjono.
HPN merupakan momen penting bagi insan pers Indonesia yang puncaknya diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari. Berbagai agenda yang melibatkan masyarakat pers maupun khalayak umum dilaksanakan dalam rangkaian HPN. Setiap puncak HPN, Presiden RI selalu hadir di manapun dilaksanakan. HPN juga memberi dampak positif yang besar bagi pembangunan daerah maupun perputaran ekonomi masyarakat di daerah yang menjadi tuan rumah.

Komentar