Istimewanya Tiga Hari Setelah Idul Adha
ASKARA - Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam mengenal Hari Tasyrik atau tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Tiga hari ini memiliki banyak keistimewaan. Tak heran jika umat Islam dianjurkan memaksimalkan upaya untuk mendapatkan limpahan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Memperbanyak amal soleh dan berbagai bentuk ibadah.
Ada beberapa amal yang disyariatkan untuk dilakukan di Hari Tasyrik:
Anjuran memperbanyak berdzikir.
Allah berfirman,
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
"Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang. Yaitu di Hari Tasyrik. (QS. Al-Baqarah: 203)
Dari Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ
"Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah." (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa'i).
Menyemarakkan dzikir pada Hari Tasyrik bisa dilakukan dalam beberapa bentuk, di antaranya (Lathaiful Ma'arif, 504-505):
1. Melakukan takbiran setiap selesai salat wajib. Ini sebagaimana yang dilakukan para sahabat. Sebagaimana praktik Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu bahwa beliau dulu bertakbir setelah Salat Subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah Dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)
Demikian juga dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu bahwa beliau bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: "Shahih dari Ali").
2. Mengingat Allah dan berdzikir ketika menyembelih. Karena penyembelihan kurban bisa dilaksanakan sampai Hari Tasyrik berakhir.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ
"Di setiap Hari Tasyrik boleh menyembelih." (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).
3. Mengingat Allah dengan membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إن الله عزَّ وجل يرضى عن العبد أن يأكل الأكلة فيحمده عليها ، ويشرب الشَّربة فيحمده عليها
"Sesungguhnya Allah ridho terhadap hamba yang makan sesuap makanan kemudian memuji Allah, atau minum seteguk air dan memuji Allah karenanya." (HR. Muslim 2734)
4. Mengingat Allah dengan melantunkan takbir ketika melempar jumrah di Hari Tasyrik. Yang hanya dilakukan jemaah haji.
5. Mengingat Allah dengan memperbanyak takbiran secara mutlak, di manapun dan kapan pun. Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar radhiyallahu 'anhu. Beliau melakukan takbiran di kemahnya di Mina, kemudian diikuti oleh banyak orang, sehingga Mina bergetar karena gema takbir. (HR. Bukhari sebelum hadis no. 970)
Memperbanyak berdoa kepada Allah.
Sebagian ulama menganjurkan untuk memperbanyak berdoa di hari ini.
Ikrimah (murid Ibn 'Abbas rodhiyallahu 'anhumaa) mengatakan:
كان يستحب أن يقال في أيام التشريق : { رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ }
Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada Hari Tasyrik: Robbanaa aatinaa fid dun yaa hasanah wa fil aa-khiroti hasanah, wa qinaa adzaaban-naar. (Lathoiful Ma'arif, Hal. 505).
Doa ini kita kenal dengan doa sapu jagad. Dan memang demikian doa ini dianggap sebagai doa yang isinya mengumpulkan semua bentuk kebaikan dan menolak semua bentuk keburukan. Karena itulah, doa ini menjadi pilihan yang sangat sering dilantunkan oleh manusia terbaik, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Anas bin Malik rodhiyallahu 'anhu mengatakan,
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي
الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»
"Doa yang paling banyak dilantunkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Robbanaa aatinaa fid dun yaa hasanah wa fil aa-khiroti hasanah, wa qinaa adzaaban-naar." (HR. Bukhari 6389 dan Muslim 2690).
Di samping itu, doa merupakan bentuk mengingat Allah yang sangat agung. Berisi pujian dan harapan manusia kepada Tuhannya. Sehingga, hari ini menjadi hari yang istimewa untuk memperbanyak do.a.
Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha:
بعد يوم النحر ثلاثة أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز و جل
"Setelah hari raya qurban ada tiga hari, di mana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma'dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian.“ (Lathoiful Ma’arif, Hal. 506).
Demikian, semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa istikamah dalam menggapai ampunan-Nya. (kesatu)

Komentar