Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:50
NEWS

Pariwisata Indonesia Masih Jadi Top of Mind Wisman

Pariwisata Indonesia Masih Jadi Top of Mind Wisman
Ilustrasi. (Dispar.bantenprov)

ASKARA - Sektor pariwisata Indonesia terus berbenah demi menggaet kembali minat wisatawan mancanegara. 

Sebab kemunculan pandemi Covid-19 pada awal Maret lalu membuat persepsi internasional terhadap sektor pariwisata Indonesia menurun signifikan.

Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata dan kementerian terkait. 

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, memperbaiki persepsi pasar internasional terhadap Indonesia menjadi sangat penting guna memulihkan kembali sektor pariwisata Tanah Air.

Data terakhir yang dikeluarkan Kemenparekraf, tercatat bahwa pada periode Mei 2020, persepsi wisatawan asal Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Singapura, dan Inggris menunjukkan penurunan cukup signifikan, bahkan nyaris di bawah rata-rata.

Pada periode ini, persepsi wisatawan Australia yang dikenal menjadikan Indonesia sebagai salah satu spot liburan favorit turun hingga menyentuh angka 16,06 persen. Sementara AS, Malaysia, Inggris dan Singapura masing-masing berada pada persentase antara 35,76 - 48,60 persen.

"Alhamdulillah setelah melakukan berbagai upaya, pada pertengahan Juni kemarin mulai membaik. Persepsi pasar AS terhadap Indonesia menjadi 61,5 persen. Tapi kita masih banyak PR untuk negara-negara lain. Di sinilah saya meminta peran serta media untuk membantu kami memperbaiki persepsi pasar internasional," terang Wishnutama.

Tak hanya bicara soal angka semata, Wishnutama menegaskan, perbaikan persepsi pasar juga harus diiringi oleh perbaikan kualitas dan pelayanan pariwisata di dalam negeri.

Untuk itu, saat ini Kemenparekraf tengah gencar mendukung pemulihan di sejumlah destinasi wisata, termasuk membangun infrastruktur, dan menyiapkan protokol kesehatan yang ketat. Tujuannya tentu untuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada para wisatawan.

"Kalau kita lihat data di Google Analytic, tahun 2019 lalu ada 672 juta warga Australia yang melakukan pencarian tujuan wisata tentang Indonesia, lalu diikuti AS sebanyak 557 juta pencarian, dan Jerman 352 juta," jelas Wisnutama.

"Ini berarti pariwisata Indonesia masih menjadi top of mind. Artinya, kita harus mempersiapkan destinasi yang berkualitas agar mereka tertarik untuk traveling ke Indonesia," tandasnya. (dispar.bantenprov)

Komentar