Selasa, 30 Juni 2026 | 23:48
COMMUNITY

Piala Raja Linge Didorong Jadi Penggerak Pariwisata dan Kebangkitan Ekonomi Gayo

Piala Raja Linge Didorong Jadi Penggerak Pariwisata dan Kebangkitan Ekonomi Gayo
Para Reje Kampung foto bersama usai rapat koordinasi bersama Pasak Opat Nenggeri Linge (Dok Mubarak)

ASKARA - Masyarakat Adat Gayo terus memperkuat peran budaya sebagai fondasi pembangunan daerah. Melalui penyelenggaraan Kenduri Akbar dan Pacu Kuda Adat Piala Raja Linge, masyarakat menegaskan komitmennya menjadikan tradisi leluhur sebagai penggerak pariwisata, ekonomi kreatif, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi awal membahas Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun 2026 mengenai Rancangan Qanun Adat Gayo di Takengon, Aceh Tengah, Selasa (30/6/2026).

Rapat dihadiri unsur Pasak Opat Nengeri Linge, para Reje Kampung (kepala desa) dari berbagai wilayah, serta Zam Zam Mubarak, Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri pada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Reje Kampung Jurusan, Kecamatan Pegasing, M. Saleh, menegaskan Pacu Kuda Adat bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang telah hidup turun-temurun di tengah masyarakat Gayo.

"Kenduri Akbar ini adalah wujud penguatan perjuangan Masyarakat Adat Gayo. Kami menjaga kepentingan strategis nasional di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Adat kami hidup, tanah kami jaga," ujarnya.

Menurutnya, pelestarian adat menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis budaya yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Senada dengan itu, Reje Kampung Pejeget, Darwin, mengatakan momentum tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan berbagai pemangku kepentingan.

"Tujuannya satu, mendukung percepatan pemulihan ekonomi pascabencana Aceh melalui penguatan desa adat dan pengembangan potensi budaya lokal," katanya.

Sementara itu, Reje Kampung Umang Wahyu menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Pacu Kuda Adat Gayo sebagai sarana memperkenalkan peradaban Gayo kepada masyarakat luas sekaligus mengembangkan potensi desa adat yang selama ini terus tumbuh.

Masyarakat Adat Gayo berharap Piala Raja Linge tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga berkembang sebagai kalender wisata unggulan yang mampu memperkuat posisi Aceh Tengah sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya di tingkat nasional.

Melalui semangat tersebut, Masyarakat Adat Gayo menegaskan bahwa adat merupakan pilar kehidupan, budaya menjadi fondasi pembangunan, dan kearifan lokal harus terus dijaga sebagai modal strategis menuju pariwisata yang berkelanjutan serta kesejahteraan masyarakat.

 

Komentar