Misteri Hitam dari Perut Sano Nggoang Muncul Setelah Gempa 7,7
ASKARA - Fenomena tak biasa terlihat di permukaan Danau Vulkanik Sano Nggoang, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah bongkahan material berwarna hitam pekat tampak memenuhi permukaan danau setelah wilayah Flores diguncang gempa bumi berkekuatan besar.
Informasi tersebut disampaikan Louis, yang mengaku mengamati langsung fenomena itu dari tepian Danau Sano Nggoang. Menurutnya, material berwarna gelap yang oleh masyarakat Mata Wae dikenal sebagai Ta’i Sano terlihat hampir di sepanjang tepian danau.
“Ketika berada cukup dekat, tercium aroma yang sangat menyengat, menyerupai bau bensin atau belerang,” kata Louis dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Kemunculan Ta’i Sano terjadi setelah Flores diguncang gempa berkekuatan 7,7 magnitudo. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa guncangan kuat menyebabkan material yang sebelumnya berada di dasar danau terangkat ke permukaan.
Secara geologi, Sano Nggoang merupakan danau vulkanik yang memiliki aktivitas hidrotermal. Material yang muncul setelah guncangan besar dapat berasal dari endapan atau material dasar danau. Dalam konteks Ta’i Sano, material tersebut diduga berkaitan dengan sedimen kaya mineral dan senyawa sulfur yang terangkat atau terlepas akibat guncangan.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan ilmiah. Komposisi dan asal material perlu dipastikan melalui pengambilan sampel serta analisis laboratorium. Karena itu, penyebutan Ta’i Sano sebagai “lumpur belerang” masih sebatas dugaan berdasarkan karakteristik visual dan aroma yang teramati.
Pengetahuan Lokal yang Terus Bertahan
Menariknya, masyarakat Mata Wae telah lama mengenal material tersebut. Ta’i Sano bukan sekadar benda asing yang muncul di permukaan danau, tetapi bagian dari pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Louis, masyarakat setempat mengenal pemanfaatan Ta’i Sano, antara lain untuk perawatan kulit dan pengendalian hama di ladang.
Pengetahuan masyarakat tersebut menjadi bagian penting yang layak didokumentasikan dan dikaji bersama ilmu pengetahuan modern. Fenomena di Sano Nggoang mempertemukan dua cara membaca alam: pengalaman masyarakat yang diwariskan lintas generasi dan kajian ilmiah mengenai proses geologi.
Jangan Sembarangan Menyentuh
Di balik keunikan fenomena tersebut, kehati-hatian tetap diperlukan. Material yang mengandung senyawa sulfur atau mineral tertentu dapat berbahaya apabila konsentrasinya tinggi.
Karena itu, pengunjung disarankan tidak menyentuh, menghirup material dari jarak dekat, apalagi menggunakannya langsung sebelum kandungan kimianya diketahui dan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Fenomena Ta’i Sano juga menjadi pengingat bahwa Danau Sano Nggoang bukan sekadar destinasi wisata. Di bawah permukaannya berlangsung proses geologi yang hingga kini terus berjalan.
Setiap bongkahan hitam yang mengapung di permukaan danau setelah gempa menyimpan pertanyaan penting: apa yang sebenarnya bergerak dari dasar danau, dan perubahan apa yang sedang terjadi di bawah permukaan bumi Flores?
Pertanyaan itu kini menunggu jawaban dari penelitian ilmiah.

Komentar