Kamis, 04 Juni 2026 | 05:21
NEWS

305 Pedagang Positif Covid-19, Terbanyak dari Pasar Cempaka Putih

305 Pedagang Positif Covid-19, Terbanyak dari Pasar Cempaka Putih
Ilustrasi tes Covid-19. (Dok. Merdeka)

ASKARA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merilis jumlah terbaru pedagang pasar yang terinfeksi Covid-19 di DKI Jakarta.

Ketua DPW Ikappi DKI Miftahudin mengatakan, di ibu kota terdapat 305 kasus positif covid-19 pada 46 pasar. Termasuk dari Pasar Cempaka Putih sebanyak 98 yang melakukan test swab, 70 di antaranya dinyatakan positif.

Saat ini, 45 pasar yang telah ditutup menjadi pelajaran penting untuk ditindaklanjuti tahapan program yang akan dilakukan Ikappi dan unit kerja pasar.

"Ini adalah bagian penting yang akan kita sinkronisasi dengan pasar-pasar lain yang sedang menjalani proses rapid test dan swab di DKI Jakarta," ujar Miftahudin dalam keterangannya, Senin (20/7).

Adapun, 155 pasar di Jakarta merupakan target pemberdayaan dan edukasi DPW Ikappi DKI. Di mana, secara nasional, DKI merupakan provinsi tertinggi kasus Covid-19 dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Menurut Miftahudin, hal itu menjadi tantangan DPW Ikappi DKI untuk memperkuat eksistensis serta konsolidasi organisasi dan pendampingan terhadap pedagang pasar tradisional.

"Pemberdayaan dan edukasi terhadap pedagang akan kami lakukan bersama dengan pedagang atau anggota kami di seluruh pasar di Jakarta," katanya.

Rencananya, konsolidasi akan dilaksanakan pada pekan ini dengan membagikan tugas masing-masing ketua unit pasar di seluruh DKI.

DPP Ikappi juga telah mengimbau untuk memperkuat perlindungan terhadap pedagang anggota di DKI. Langkah yang dilakukan adalah terus melakukan edukasi di semua pasar bersama dengan anggota di masing-masing blok, paguyuban pedagang pasar, serta menjalankan program pembagian 200 ribu masker.

"Yang akan kami lakukan pada pertengahan bulan Juli ini. Sembari kita akan terus mendorong agar pedagang bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik," jelas Miftahudin.

DPW Ikappi DKI menyayangkan PD Pasar Jaya kurang aktif dalam menjalankan edukasi terhadap bahaya Covid-19. Disinformasi di level paling bawah khususnya pedagang menjadi hambatan tersendiri untuk melakukan sosialiasi.

"Ini yang kami analisa sebagai pola untuk penyebaran Covid-19 di pasar tradisional di DKI Jakarta. Kami berupaya agar DKI Jakarta tidak masuk pada puncak provinsi tertinggi di pasar tradisional," tandas Miftahudin. 

Komentar