Rabu, 17 Juni 2026 | 18:04
NEWS

Di Tengah Pandemi, Ekspor Indonesia-Swiss Surplus 721 Juta USD

Di Tengah Pandemi, Ekspor Indonesia-Swiss Surplus 721 Juta USD
Grafik kenaikan ekspor Indonesia ke Swiss (Dok KBRI untuk Bern)

ASKARA - Ekspor Indonesia ke Swiss mengalami peningkatan tajam selama bulan Januari hingga Mei 2020. Lonjakan ekspor tersebut terjadi hingga 284 persen.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Bern Swiss yang mengutip Data Swiss Federal Customs Administration menyebutkan, peningkatan ekspor  Indonesia terbesar terjadi pada bulan April dan Mei 2020, dengan persentase 670 persen untuk April dan 404 persen pada Mei 2020.

Produk yang diekspor paling banyak adalah kopi dan minyak atsiri, disusul produk tekstil rajutan, kopi, suku cadang mesin, mebel, dan kimia organik. Sementara, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekspor Indonesia ke Swiss yang memiliki tren meningkat adalah produk logam mulia, alas kaki, kopi, mebel, suku cadang mesin dan minyak atsiri.

Duta Besar Indonesia untuk Swiss merangkap Liechtenstein, Muliaman Hadad mengatakan, kenaikan ekspor beberapa produk unggulan Indonesia merupakan buah dari berbagai upaya kerja sama promosi ekonomi Indonesia yang dilakukan secara intensif di Swiss. 

Selain itu, kenaikan ekspor Indonesia ke Swiss di masa pandemi COVID-19 ini memang cukup besar nilainya, khususnya kopi dan minyak atsiri sebagai produk unggulan Indonesia dalam ekspor ke Swiss selain emas.

"Nilai ekspor Indonesia ke Swiss dalam lima bulan pertama 2020 ini mencapai lebih dari USD 1 miliar lebih besar dari nilai ekspor Indonesia ke Swiss untuk setahun pada 2019 yang hanya USD 988 juta," ujar Muliaman, Rabu (15/7).

Sebaliknya, impor Indonesia dari Swiss mengalami peningkatan dalam lima bulan pertama tahun 2020. Data Swiss Federal Customs Administration mencatat nilai impor Indonesia pada Januari hingga Mei 2020 mencapai USD 308 juta dengan peningkatan 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Produk unggulan impor tersebut adalah farmasi sebagai salah satu sektor yang meningkat, sebagai upaya mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kemudian produk impor disusul seperti mesin turbin, suku cadang dan perlengkapan elektronik dan kimia organik, instrumen optik juga memiliki angka yang lumayan tinggi. Dengan ini Indonesia mengalami surplus USD 721 juta atau Rp10.509.332.050 kurs Rabu, (15/7).

"Dalam lima bulan pertama 2020 ini kita surplus sebesar USD 721 juta," kata Muliaman.

Muliaman menuturkan, peluang menjadi semakin luas bagi produk Indonesia seperti kopi, minyak atsiri, dan alas kaki. Swiss adalah negara berorientasi ekspor, oleh sebab itu perdagangan luar negeri menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi Swiss akibat dampak pandemi COVID-9.

"Ini kesempatan kita untuk memanfaatkan peluang ini karena rantai pasok dari sumber lain mungkin terganggu akibat pandemi," tandasnya.

Komentar