Selasa, 09 Juni 2026 | 13:00
NEWS

Kota Bogor Masuk Pra Adaptasi untuk Pulihkan Ekonomi

Kota Bogor Masuk Pra Adaptasi untuk Pulihkan Ekonomi
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Dok. BNPB)

ASKARA - Kota Bogor siap menerapkan langkah-langkah penanganan Covid-19 fase Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). 

Sebelummya telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar selama sebulan dan masuk masa transisi.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, hasil PSBB mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan angka transmisi rate sebesar 0,33 dan terus melandai. Jika ada kenaikan hanya berkisar di antara 1 atau 2. 

"Angka penularan relatif sudah lebih baik, bahkan Kota Bogor itu dari angka kemarin terendah se-Bodetabek, 0,33 terendah," jelasnya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/7).

Mengenai penerapan pra adaptasi yang mulai dilaksanakan Jumat (3/6) bahwa hal itu difokuskan memulihkan gairah ekonomi yang sempat tergerus akibat Covid-19. Dengan mengutamakan prinsip protokol kesehatan.

Bima Arya mencontohkan, seperti memberlakukan kebijakan ketat bagi para pengemudi ojek online untuk selalu membawa hand sanitizer, menggunakan penyekat dan mewajibkan penumpang membawa helm sendiri.

"Ojol ini kita izinkan dengan catatan," katanya.

Bagi aktivitas menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL), Pemkot Bogor menerapkan upaya pencegahan terjadinya penularan dengan memberlakukan jaga jarak. Selain itu, menyediakan tempat cuci tangan dan informasi lainnya terkait pencegahan Covid-19. Juga menerjunkan detektif tim lacak Covid-19 yang bekerja 2x24 jam. 

Untuk melakukan pelacakan pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) melalui kerja sama dengan relawan termasuk kolaborasi dengan Rukun Warga SIAGA.

Serta melakukan tes kesehatan secara massal dan memberlakukan denda Rp 50 ribu bagi yang tidak menaati protokol kesehatan.

Komentar