Senin, 08 Juni 2026 | 20:55
NEWS

Jumlah Desa Mandiri di Jabar Naik 202 Persen

Jumlah Desa Mandiri di Jabar Naik 202 Persen
Ilustrasi. (Dok. Preneur.trubus)

ASKARA - Sebanyak 269 desa di Jawa Barat kini berstatus sebagai Desa Mandiri. Peningkatannya tahun ini lebih dari 200 persen dibandingkan 2019 yang hanya 98 desa. Pencapaian luar biasa ini berhasil diraih Pemprov Jabar dan masing-masing pemerintah kabupaten. 

Berdasarkan data, dari total 5312 desa, pada tahun 2019 desa tertinggal di Jabar sebanyak 326. Bandingkan dengan tahun ini yang hanya 121 desa. Untuk desa berkembang ada 3656 di tahun 2019 dan di tahun ini berjumlah 3290. Kemudian di tahun 2019 ada 1232 desa maju dan menjadi 1632. Kemudian, untuk desa mandiri di tahun 2019 hanya berjumlah 98, di tahun 2020 ini bertambah menjadi 269.

Koordinator Pendamping Provinsi (KPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Jawa Barat Drs. Cecep Kholiludin mengatakan, capaian ini tak lepas dari sejumlah program pembangunan desa yang terlaksana dari pemerintah pusat. Yakni melalui Dana Desa, terobosan Pemrov Jabar dengan program Jabar Juara Lahir Bathin dan masing-masing pemerintah kabupaten.

"Kenaikannya 202 persen untuk status Desa Mandiri di Jabar. Ini suatu yang luar biasa. Pembangunan desa di Jawa Barat bisa dibilang berhasil," ujarnya di Kantor KPP P3MD Jabar, Sabtu (4/7).

Lanjutnya, yang menjadi parameter penting dalam mengukur kenaikan status desa adalah seberapa besar peningkatan ekonomi, sosial, dan lingkungan di desa tersebut.

Bidang ekonomi, beberapa di antaranya diukur dari peningkatan daya beli masyarakat dan kinerja Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) serta Pendapatan Asli Desa (PADes). Lalu bidang sosial, di antaranya dilihat dari pemerataan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan agama.

Sedangkan bidang lingkungan dilihat dari peningkatan pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, drainase, dan MCK, serta lingkungan hidup dibanding dengan tahun sebelumnya.

"Peningkatan ketiga bidang tersebut yang menjadi parameter status desa. Tentunya tidak lain karena program-program pembangunan yang masuk, baik dari pusat maupun dari pemprov dan pemkab," kata Cecep.

Dirinya juga menjelaskan, dalam konteks pembangunan Pemprov Jabar yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil salah satu tujuannya membangun desa telah menunjukkan hasil yang luar biasa.

Ada beberapa program yang diturunkan oleh pemprov yang mempengaruhi terhadap peningkatan status desa tersebut, di antaranya anggaran bantuan provinsi, program Patriot Desa, Program Rutilahu, One Pesantren One Product (OPOP), desa digital, dan lainnya. Itu semua telah mampu mengakselerasi pembangunan desa.

"Ya pencapaian luar biasa. Kayaknya harus ada syukuran bareng Pak Gubernur Ridwan Kamil nih," ujar Cecep.

Untuk diketahui, setiap desa di Jabar telah melakukan proses pendataan Indeks Desa Membangun (IDM) 2020. Kegiatan difasilitasi seluruh pendamping desa yang ada di masing-masing kabupaten. Proses tersebut telah dilakukan pada Juni dan Juli 2020 dengan mengukur data tahun 2019. (kesatu) 

Komentar