Rabu, 17 Juni 2026 | 22:28
NEWS

Gempa di Zona Aktif Bisa Berlanjut di Bulan Juli, Begini Analisanya

Gempa di Zona Aktif Bisa Berlanjut di Bulan Juli, Begini Analisanya
Peta Gempa Juni 2020 (Dok BMKG)

ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, sepanjang bulan Juni 2020 telah terjadi gempa tektonik sebanyak 667 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, jumlah gempa pada Juni 2020 meningkat dibandingkan bulan Mei 2020 yang terpantau sebanyak 557 kali.

"Selama bulan Juni 2020 terjadi gempa signifikan dengan kekuatan M lebih dari 5,0 sebanyak 16 kali. Jumlah gempa signifikan ini jumlahnya meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 13 kali. Selama bulan Juni 2020 terjadi gempa kecil dengan kekuatan M kurang dari 5,0 sebanyak 651 kali. Jumlah gempa ini meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 564 kali," ujar Daryono, Rabu (1/7).

Selama bulan Juni 2020, gempa telah mengguncang dan dirasakan masyarakat sebanyak 64 kali dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman. Jumlah gempa ini juga dirasakan meningkat dari bulan sebelumnya Mei 2020 sebanyak 63 kali.

"Selama Juni 2020 terjadi gempa merusak dua kali, yaitu Gempa Aceh dan Sabang yang dipicu sesar aktif pada 4 Juni 2020 berkekuatan M 4,8 yang merusak beberapa rumah, dan Gempa Maluku Utara yang dipicu aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina pada 4 Juni 2020 berkekuatan M 6,8 yang merusak ratusan rumah," tuturnya.

Dari sisi zona aktif gempa tektonik selama bulan Juni 2020 mencakup wilayah Aceh-Sabang, Bengkulu-Lampung, Selatan Banten-Jawa Barat, Selatan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Banda, Palu, Poso, Morowali, Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Mamberamo Papua.

"Zona aktif gempa ini bisa saja berlanjut hingga bulan Juli, tetapi bisa jadi segera meluruh aktivitasnya," ucapnya.

Dalam monitoring aktivitas gempa di wilayah Indonesia, BMKG saat ini tengah mengoperasikan 372 sensor seismograf. 590 peralatan juga dioperasikan untuk menyebarluaskan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami, yang terdiri dari Digital Video Broadcast (DVB) sebanyak 205 lokasi, Warning Receiver System (WRS) sebanyak 70 lokasi dan WRS NewGen - Realtime sebanyak 315 lokasi yang dipasang pada 2019.

Komentar