Akibat Longsor Akses Jalan Palopo dan Tana Toraja Masih Putus
ASKARA - Tanah longsor yang melanda Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan mengakibatkan sembilan rumah warga rusak berat. Longsor terjadi pada Jumat (26/6) pukul 16.00 waktu setempat.
BPBD Kota Palopo melaporkan, longsor dipicu hujan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil. Selain merusak rumah warga, longsor mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tana Toraja terputus.
"BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa," kata Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keteranganya, Sabtu (27/6).
Setelah insiden, tim reaksi cepat BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan. Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak.
"Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu," kata Raditya Jati.
Masyarakat setempat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar. Pada kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor.
"Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah," tutur Raditya Jati.
Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini.
Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum di semua wilayah terpasang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.

Komentar