Rabu, 10 Juni 2026 | 16:10
NEWS

Anies Terjunkan 2000 Pengawas PSBB Transisi

Anies Terjunkan 2000 Pengawas PSBB Transisi
Gubernur Anies Baswedan melepas Petugas Pengawas dan Penindak Kegiatan Masyarakat Selama PSBB Transisi. (Pemprov DKI)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2000 aparatur sipil negara (ASN) sebagai Petugas Pengawas dan Penindak Kegiatan Masyarakat selama PSBB Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat Aman Produktif.

Anies mengatakan, jumlah tersebut tidak sebanding dengan total penduduk DKI sebanyak 11 juta orang. Namun dia percaya para ASN bisa menjadi garda terdepan sebagai pengingat protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Yang harus ditegakkan bukan semata-mata untuk menegakkan aturan tapi untuk melindungi dan untuk keselamatan seluruh masyarakat. Karena itu, saya minta semua tujuannya bukan saja untuk menindak tapi yang lebih jauh lagi adalah membangun kebiasaan baru," jelas Anies di Balai Kota, Selasa (23/6).

Menurutnya, masa transisi ini merupakan pembelajaran bagi seluruh masyarakat untuk belajar kebiasaan baru yakni dengan memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan hingga rutin mencuci tangan.

"Nampaknya sederhana tapi kalau kita refleksikan dari kita sendiri belum tentu kalau habis rapat cuci tangan, belum tentu kalau masuk rumah cuci tangan, belum tentu masuk kantor cuci tangan. Ini semua harus dibiasakan," kata Anies. 

Mereka yang bertugas nantinya akan mengawasi lokasi-lokasi dengan intensitas kegiatan masyarakat lumayan tinggi. 

"Tempat-tempat intensitas tinggi datangi, tertibkan, rapihkan. Sehingga yang nanti belajar bukan saja yang ditegur tapi semua yang menyaksikan ikut belajar, semua yang menyaksikan ikut tersadarkan," tutur Anies.

Tempat-tempat tersebut seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah makan, pertokoan, hotel, bandara, terminal, pelabuhan. Juga tempat hiburan, tempat wisata hingga pusat pelayanan kesehatan.

"Ini contoh tempat-tempat yang bila pakai bus hadir akan nampak di hadapan banyak orang. Sehingga yang diingatkan maupun yang menyaksikan jadi tahu bahwa kita perlu disiplin," jelas Anies.

Selain itu, Anies meminta mereka yang bertugas untuk menunjukkan sikap tegas dan beradab. Berkomunikasi dengan menghormati orang lain namun dengan sikap menegakkan aturan dan selalu sabar.

"Mengingatkan orang itu mudah tapi diingatkan itu belum tentu mudah. Karena itu, jalani tugas ini sambil menyadari bahwa harus sabar menghadapi masyarakat karena yang diingatkan belum tentu akan pergi saja mau menaati. Ingatkan dengan baik, sapa dengan baik," tandasnya.

Komentar