Minggu, 07 Juni 2026 | 12:39
COMMUNITY

Berawal dari Hobi, Anak SMA Ini Raup Jutaan Rupiah Bisnis Ikan Hias

Berawal dari Hobi, Anak SMA Ini Raup Jutaan Rupiah Bisnis Ikan Hias
Thomas Aquinas Wicaksana (Askara/L Christian)

ASKARA - Santai dan apa adanya. Itulah kesan pertama redaksi ketika bertemu dengan Thomas Aquinas Wicaksana. Anak muda Yogya yang sukses di bidang usaha ikan hias.  

Redaksi Askara kemudian bercengkrama dengan pemuda kelahiran tahun 2002 dan masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) ini. Putra sulung pasangan Almarhum Antonius Iwan Setiabudi dan Caecilia Lucky Arini ini mengaku mengembangkan budidaya anakan ikan hias berawal dari hobi saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). 

Wicak panggilannya sehari-hari, sudah harus berpikir untuk membantu ekonomi keluarga saat teman seusianya masih bermain dan menikmati masa kecil di waktu luang. Dia mulai berpikir bagaimana hobi ikan hiasnya bisa menghasilkan uang, tidak sekedar mengeluarkan uang terus-menerus. 

Melihat cara perawatan ikan hias membuat Wicak tertarik mengembangkan usaha pembudidayaan ikan hias. Tahun 2016, Wicak memulai dengan menjual anakan ikan hias jenis Chana Pulcra kepada temannya. Mulai saat itu ketertarikanya pada dunia ikan hias semakin meningkat. 

Selanjutnya, Wicak memutar modal hasil penjualannya menjadi beberapa ekor. Seiring waktu, Wicak berpikir untuk mengembangbiakkan ikan lantaran harga kulakan yang semakin melejit dan permintaan pasar yang banyak. Wicak pun memulai dengan membudidayakan ikan Chana 2 pasang.
 
Anakan ikan hias tersebut ditampung dalam akuarium berukuran 1x50 sentimeter di bagian depan rumahnya. Telur dari ikan tersebut dibesarkan sendiri dan dipindahkan ke akuarium lain berukuran serupa. Anakan ikan tersebut dapat dibesarkan selama waktu 2 minggu.

Setelah itu, anakan ikan dijual ke pengepul atau di pasar lainnya di Yogya dengan harga Rp 25.000 per ekor dengan panjang sekitar 2 sentimeter. 

Banyak rintangan yang harus dihadapi Wicak saat memulai usahanya. Mulai dari waktu bermain yang hilang hingga keterbatasan modal. Belum lagi mendengar nada sinis di lingkungannya. Namun setelah ditekuni semua berjalan normal. 

"Bila perlu mengejar indukan bagus keluar kota, saya jalani, Om. Naik motor ke Pati, Kudus. Selama masih di area DIY-Jateng, tak playoni (aku jalani)," ujarnya.  
"Sekarang hasilnya, teman-teman saya ada yang mulai ikut juga memulai usaha seperti ini dari melihat hasil saya sekarang," katanya.

Sekarang, Wicak dapat menghasilkan seribu ekor anakan ikan setiap bulan. "Lumayan untuk menambah penghasilan dan untuk pengembangan," ucapnya. 

Sebagai pengurus paguyuban atau perkumpulam penggemar ikan hias di lingkungan tempat tinggalnya, Wicak kerap bertukar informasi dengan para penggemar ikan hias lainnya dari berbagai daerah dan negara.
 
Menurutnya, hobi memelihara dan membudidayakan ikan hias sangat cocok dilakukan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. "Tinggal di rumah bisa menjadi produktif dan ikan hias bisa jadi penghilang stres dan penambah mood. Apalagi ditambah dengan kemungkinan potensi penghasilan yang bisa dibilang lumayan," tandasnya. (L. Christian/Teconzur)

Komentar