Kamis, 11 Juni 2026 | 14:27
NEWS

Virus Corona di Indonesia Tidak Punya Daya Mutasi Tinggi

Virus Corona di Indonesia Tidak Punya Daya Mutasi Tinggi
Ahli virologi Universitas Udayana Prof. Ngurah Mahardika. (BNPB)

ASKARA - Jenis virus corona yang mewabah di Indonesia tidak memiliki perbedaan signifikan dengan yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Bahkan, ahli menyebutkan virus ini tidak mempunyai daya mutasi tinggi. 

Ahli virologi Universitas Udayana Prof. Ngurah Mahardika menuturkan, perbedaan itu nampaknya belum pada fungsional yang menyebabkan semakin ganas atau antibodi dan vaksin kehilangan manfaatnya. 

"Virus Indonesia itu mengalami perbedaan dengan Wuhan, tidak pada reseptor binding site," ujarnya dalam konferensi virtual BNPB, Kamis (18/6).

Prof. Ngurah menjelaskan, artinya virus tersebut tidak lebih ganas dibandingkan yang ada di tempat lain. Sehingga tidak membuat antibodi dan vaksin kehilangan khasiathya.

Jika berubah pada binding site, bisa jadi virus itu lebih ganas. Sehingga antibodi tidak berperan dan vaksin kehilangan khasiatnya bila dipakai di Indonesia. Maka kembali ditegaskan virus di Indonesia tidak menunjukan seperti itu. 

"Dengan data ini bahwa virus Indonesia mengalami substitusi tidak pada reseptor binding site," kata Prof. Ngurah. 

Meski tidak memiliki daya mutasi tinggi tapi paling penting mencegahnya tidak masuk ke dalam tubuh. Maka itu, masyarakat perlu meningkatkan disiplin patuhi protokol kesehatan. 

"Di sini tugasnya kita semua mengurangi peluangnya dengan perilaku aman Covid-19. Jadi usahakan virus ini tidak berkembang biak, jangan sampai masuk ke dalam tubuh manusia," jelas Prof. Ngurah. 

Sejumlah peneliti belum mengidentifikasi keturunan virus yang ada di Indonesia. Artinya ada multiple introduction atau telah berkali-kali masuk.

"Di sini pemerintah Indonesia perlu mengkaji virus ini makin ganas atau tidak. Terakhir, perlu fasilitas dan riset kelas dunia," demikian Prof. Ngurah. 

 

Komentar