137 Pedagang Positif Covid-19, Dinkes DKI Lacak Sumbernya
ASKARA - Sebanyak 18 pasar tradisional telah dilakukan pemeriksaan Covid-19 dengan total 1168 orang yang diperiksa, hasilnya 137 pedagang terkonfirmasi positif virus.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam rapat dengan Komisi E DPRD DKI, Kamis (18/6).
"Ini kita petakan dari kemarin pada saat PSBB Transisi kita masukkan ke 18 pasar yang kita periksa ada 1168 orang dan ternyata positif 137 orang. Di pasar tersebut dan itu sudah dilakukan intervensi evakuasi untuk dilokalisir, diisolasi ke Wisma Atlet. Jadi yang paling tinggi Pasar Induk Kramat Jati," paparnya.
Saat ini, Dinkes DKI berfokus pencegahan Covid-19 di pasar tradisional. Sebab pasar bisa menjadi klaster baru lantaran pengunjungnya berasal dari berbagai daerah.
"Pada saat turun ke pasar, pedagang pasar itu berasal dari berbagai daerah, dari Bogor, Bekasi, Depok bahkan ada yang dari Sukabumi berkumpul di situ. Uang belanja juga dari mana-mana termasuk juga warga kita," ujar Widyastuti.
Dengan berfokus pada penanganan pencegahan Covid-19 di pasar tradisional maka sekaligus melindungi daerah tetangga Jakarta dari penyebaran Covid-19.
"Di situlah terjadi interaksi yang intens sehingga kalau kita temukan lebih cepat kemudian dilakukan langkah-langkah pengamanan. Tentu kita membantu juga bukan hanya Jakarta tapi juga tetangga kiri kanan kita," jelas Widyastuti.
Saat ini, Dinkes DKI terus berkomunikasi secara intens dengan komunitas pasar, termasuk dengan wilayah kota/kabupaten tetangga Jakarta.
"Dan kami informasikan seandainya ketemu di kami, kami laporkan bahwa ada warga Bogor misalnya yang positif ayo tracing untuk dilakukan pendalaman. Sehingga lagi tidak masuk kembali lagi ke kita," kata Widyastuti.
"Jadi komunikasi ini kami lakukan termasuk tentunya berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya. Jadi kami selalu berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya karena tidak mudah untuk mengetes para pedagang," ujarnya.
Widyastuti pun menyadari di sisi lain para pedagang harus tetap berjualan. Namun lebih baik agar pedagang dalam kondisi sehat tanpa tertular Covid-19.
"Kami tahu dan berempati bahwa mereka butuh untuk tetap bisa berproduksi tapi kami juga yakinkan pada para pedagang bahwa dengan cepat diketahui itu nanti jadi cepat lebih sehat," tuturnya
Hal itu juga diperlukan komunikasi dengan tokoh masyarakat serta kerja sama kelurahan bersama asosiasi pedagang dan PD Pasar Jaya.
"Sehingga pedagang yang tadinya tidak mau dengan pelan-pelan dipersuasi dan akhirnya sebagian berkenan untuk dilakukan pemeriksaan, dilakukan isolasi," kata Widyastuti.

Komentar