Rabu, 22 Juli 2026 | 04:06
NEWS

Doni Munardo: Masyarakat Lebih Patuh dengan Pendekatan Keagamaan

Doni Munardo: Masyarakat Lebih Patuh dengan Pendekatan Keagamaan
Pertemuan Gugus Tugas Nasional dengan perwakilan organisasi keagamaan Indonesia (Dok BNPB)

ASKARA - Masyarakat di zona hijau dan zona kuning dapat kembali beraktivitas di ruang publik, salah satunya tempat ibadah saat masa normal baru.  

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menggelar pertemuan dengan perwakilan organisasi keagamaan Indonesia di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/6). 

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan mengenai kesiapan organisasi keagamaan dalam memasuki masa adaptasi kebiasaan baru. 

“Kami juga mengharapkan agar ketua organisasi keagamaan ikut berperan serta dengan pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena pendekatan keagamaan dipandang lebih dipatuhi oleh masyarakat,” ujarnya dalam pertemuan tersebut. 

Salah satu perwakilan dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Romo Heri Wibowo menyampaikan, semangat yang diusung disiplin pada protokol kesehatan. Tentu gereja taat pada aturan pemerintah. 

Menyikapi adaptasi kebiasaan baru, KWI masih mempersiapkan secara teliti dan ketat dalam penyelenggaraan ibadah di gereja. Pihaknya sedang mempersiapkan segara sesuatunya. 

Perwakilan umat Buddha yaitu Walubi, Sannano menyampaikan pihaknya masih belum melakukan kegiatan apa pun sampai saat ini. Kebaktian dilaksanakan secara daring. 

Kebijakan serupa juga diterapkan oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, Persatuan Umat Budha Indonesia dan organisasi keagamaan lainnya.

Sementara itu, Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu BT mengatakan tingkat disiplin masyarakat perlu mendapat perhatian. 

Perlu sosialialisasi menggunakan bahasa yang sederhana dan yang tidak hanya dari tokoh agama tapi semua pihak terlibat. Sedangkan bagi Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), gereja harus menjadi pusat edukasi dan literasi. 

Pendeta Jacky menyampaikan PGI sejak awal mengemas narasi besar prinsip gereja hadir merawat kehidupan. Sehingga segala risiko Covid-19 harus dihindari para jemaatnya. 

Doni mengharapkan peran dari mereka untuk ikut dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. "Perlu strategi bersama dari para tokoh-tokoh agama agar masyarakat mau mengubah perilaku," ucapnya. 

Pertemuan Gugus Tugas Nasional dan organisasi keagamaan dilanjutkan dengan nota kesepahaman. Salah satu poin menyebutkan dalam kegiatan keagamaan dapat menyisipkan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19. 

Komentar