Rabu, 17 Juni 2026 | 18:01
NEWS

Alternatif Investasi, Pemerintah Luncurkan SBN Ritel ORI017

Alternatif Investasi, Pemerintah Luncurkan SBN Ritel ORI017
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman. (Facebook Live)

ASKARA - Kementerian Keuangan meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel Seri ORI017 yang akan berlaku hingga 9 Juli 2020.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman menandai ORI017 melalui peluncuran SBN Ritel pertama yang dilakukan secara virtual.

"Bersama ini masa penawaran resmi dibuka," ujar Luky.

Turut hadir dalam acara peluncuran yakni entrepreneur muda Dr. Tirta, Direktur Surat Utang Negara Deni Ridwan serta financial planner Prota Ghozie. 

Luky mengatakan, wabah Covid-19 telah membuat semuanya berubah. Di mana keadaannya menciptakan sesuatu yang tak diduga akan terjadi oleh bangsa Indonesia. 

Hadirnya Covid-19 menimbulkan krisis mulai dari segi kesehatan sampai berdampak pada kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat. Maka diperlukan gerakan bersama baik dari pemerintah, swasta dan publik untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan yang terjadi. 

Oleh karena itu, ORI017 hadir di tengah kondisi ketidakpastian untuk menjadi alternatif investasi utama bagi masyarakat.

LUky mengatakan, peluncuran ORI017 sangat tepat dalam kondisi saat ini. Di mana masyarakat memerlukan investasi yang aman, mudah, terjangkau serta dapat dicairkan sebelum jatuh tempo. Masyarakat dapat membeli SBN ORI017 mulai dari harga Rp 1 juta.

Luky juga menekankan, ORI017 adalah instrumen pembiayaan APBN yang artinya hasil dari penerbitan ORI akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk penanggulangan dan pemulihan dari pandemi Covid-19. 

Bagi siapapun yang membeli ORI017 menandakan partisipasi langsung dalam memulihkan pembangunan dan perekonomian Indonesia.

Berikut rincian Pokok-pokok Ketentuan dan Persyaratan ORI017. Periode Registrasi adalah setiap saat pada mitra distribusi yang telah ditetapkan.

Masa penawaran dibuka pada 15 Juni dimulai pukul 09.00 WIB dan penutupan pada 9 Juli pukul 10.00 WIB.

Bentuk dan karakteristik obligasi adalah tanpa warkat, dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode Nomor Tunggal Identitas Pemodal (Single Investor Identification/SID).

Adapun tanggal Penetapan Hasil Penjualan adalah pada 13 Juli, tanggal setelmen 15 Juli, tanggal jatuh tempo 15 Juli 2023, minimum pemesanan Rp 1.000.000 serta maksimum pemesanan Rp 3.000.000.000.

Setelah itu, jenis kupon tetap (fixed rate) dengan tingkat 6,40 persen per tahun, holding periode adalah dua periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai 15 September 2020.

Pembayaran kupon tanggal 15 setiap bulan dan pembayaran kupon pertama kali pada 15 Agustus.

Saat ini SBN tersebut tersedia melalui pelayanan di 25 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online) yakni di Bank BCA, Bank Mandiri, BNI, Bank Permata, BRI, BTPN, Maybank, CIMB Niaga, Bank OCBC NISP, Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, Bank Commonwealth, dan Bank Danamon. 

Adapun di perusahaan efek yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).

Juga di perusahaan financial technology (Peer-to-Peer Lending) yakni PT Investree Radhika Jaya (Investree) dan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

Komentar