Rabu, 17 Juni 2026 | 17:06
NEWS

Optimisme Modal Utama Keluar dari Krisis di Tengah Pandemi

Optimisme Modal Utama Keluar dari Krisis di Tengah Pandemi
Ilustrasi corona virus (Foto-iStockphoto)

ASKARA - Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengubah berbagai hal dalam kehidupan masyarakat. Dunia pendidikan misalnya, kondisi itu mengajarkan pentingnya inovasi teknologi dalam pembelajaran. 

Dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, kini telah menggunakan platform teknologi dalam penyelenggaraan belajar mengajar. Meski tergolong baru, namun terpantau efektif. 

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Arief Satria mengatakan, penggunaan teknologi diharapkan mampu meningkatkan inovasi di perguruan tinggi. Seperti riset dan penelitian-penelitian baru, yang berguna bagi masyarakat dalam menghadapi Covid-19, maupun ketika memasuki new normal.

"Intinya, seluruh inovasi yang dihasilkan untuk mewujudkan optimisme," ucap Arief Satria dalam diskusi online bertajuk Ngobrol Seru New Normal Or The Great Reset: Life After Pandemic Corona, Minggu (14/6) kemarin. 

Arief menyatakan, sudah menjadi kewajiban kampus untuk menghadirkan hal itu. Disamping tugasnya menjadi pusat ilmu pengetahuan. Sebab optimisme menjadi modal utama keluar dari krisis seperti saat ini.  

"Ini harus bisa kita institusionalkan terus, agar melembaga. Sehingga menjadi hal biasa ketika menghadapi kondisi krisis di tahun-tahun yang akan datang," cetusnya.

Dalam menghadapi ketidakpastian ini tidak bisa bertumpu pada satu individu (Pemerintah). Namun harus bergandengan tangan, berkolabarasi memperoleh solusi.

Rektor Universitas Hasannudin, Prof Dwia Aries Tina Palubuhu menegaskan, sudah saatnya pembaharuan di tengah Covid-19 ini dimanfaatkan. Dari pengembangan tema riset baru, penerapan dalam kurikulum, program studi baru, hingga KKN mahasiswa berbasis tekhnologi.

"Kampus ini harus bisa membangun optimisme dan memunculkan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa kita mampu menciptakan vaksin (untuk mengantisipasi Covid)," kata Dwia. 

Sementara itu, Najeela Shihab dari kalangan pendidik mengatakan, saat ini butuh kebijakan terintegrasi menangani persoalan pandemi corona dan new normal. 

Sedangkan, dari sisi politik meskipun terdapat banyak pemangkasan di instansi maupun sektor lain, namun bidang pendidikan jangan sampai dikorbankan.

"Saya berharap anggaran pendidikan tidak dikurangi, karena ini adalah investasi jangka panjang," katanya.

Komentar