Jumat, 12 Juni 2026 | 18:55
TRAVELLING

Normal Baru, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan dan Keamanan Destinasi Wisata

Normal Baru, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan dan Keamanan Destinasi Wisata
(Dok. Dispar.bantenprov)

ASKARA - Pandemi Covid-19 berdampak hebat di bidang ekonomi dan pariwisata. Namun pemerintah berjuang untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata terutama dalam penerapan tatanan kehidupan normal baru.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pandemi Covid-19 sangat memukul sektor pariwisata. 

"Secara alami orang-orang jadi takut keluar rumah, takut risiko terkena Covid-19," katanya.

Respons pertama saat terjadi pandemi Covid-19, Kementerian Parekraf fokus pada pengamanan ekonomi dan sosial. Jajaran kementerian melakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan dan terkait untuk mengamankan ekonomi. Salah satunya memberikan stimulus ekonomi.

"Melihat perkembangan situasi, apalagi vaksin Covid-19 juga masih berusaha ditemukan maka kita harus mencari cara agar sektor pariwisata bisa tetap survive. Namun perlu diketahui bawah fokus utama pemerintah adalah tak ada gelombang kedua pandemi Covid-19," terang Angela.

Rencana pemulihan sektor pariwisata ada dua tahap. Pertama meraih kepercayaan di bidang pariwisata. Hal ini dilakukan dengan mempersiapkan protokol kesehatan di bidang pariwisata.

Kementerian Parekraf siap menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi wisata di Indonesia dan bisnis di sektor pariwisata. Selain itu juga mempromosikan destinasi wisata.

"Kami ingin meyakinkan para wisatawan bahwa pariwisata di Indonesia semakin baik, terkontrol dengan baik dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Kami ingin para wisatawan kembali ke Indonesia," ujar Angela.

Tahap kedua yakni menarik para wisatawan ke Indonesia. Ini dilakukan dengan mengadakan promosi pariwisata.

"Saat destinasi wisata sudah siap dibuka maka akan diadakan kegiatan seperti fun trip dan mengadakan event internasional di Indonesia," kata Angela.

Selain itu juga melaksanakan pilot project penerapan protokol kesehatan di bidang pariwisata, antara lain di Bali dan Banyuwangi.

"Pembukaan destinasi wisata dilakukan perlahan. Pertama untuk wisatawan lokal dulu lalu wisatawan domestik, baru wisatawan internasional," demikian Angela. (dispar.bantenprov) 

Komentar