Rabu, 10 Juni 2026 | 15:21
NEWS

Pertimbangan Anies Terapkan PSBB Transisi

Pertimbangan Anies Terapkan PSBB Transisi
Gubernur Anies Baswedan. (Dok. Pemprov DKI)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar transisi berdasarkan kajian ilmiah Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Selain itu juga pertimbangan estimasi angka reproduksi efektif/effective reproduction number (Rt) dari Covid-19 di wilayah DKI yang sampai dengan 4 Juni 2020 adalah 0,99.

"Di bulan Maret angka kita empat. Kita mulai melakukan pembatasan, penutupan sekolah, Car Free Day ditiadakan, imbauan work from home sehingga angkanya dapat turun drastis di bulan Maret-April ini. Ini adalah kerja bersama seluruh masyarakat," jelas Anies di Balai Kota, Kamis (4/6).

Tiga indikator dalam melakukan pelonggaran atas PSBB adalah dimulai dari segi epidemiologi dengan skor 75 yakni tren pasien dalam pengawasan (PDP) di Jakarta yang fluktuatif cenderung meningkat sementara tren kasus positif yang fluktuatif cenderung menurun, dan tren kematian selalu menurun.

Kemudian dari segi kesehatan publik dengan skor 70 yakni tren jumlah tes PCR yang fluktuatif cenderung meningkat, proporsi di rumah saja di perkotaan 50-70 persen.

Dari segi fasilitas kesehatan dengan skor 100 yakni jumlah ventilator dan APD ada peningkatan dan memenuhi kebutuhan. 

Dari ketiga indikator tersebut, total skor di DKI adalah 76. Sehingga pembatasan sosial dapat mulai dilonggarkan secara bertahap dengan tetap waspada terhadap lonjakan kasus.

"Jika dilihat dari kasus positif harian dan jumlah kematian harian per tanggal 3 Juni 2020, grafik di Jakarta relatif turun dari grafik nasional dan luar DKI Jakarta," jelas Anies. 

"Setiap kebijakan yang dilaksanakan dengan disiplin oleh masyarakat, dua tiga minggu kemudian baru muncul efeknya, trennya di Jakarta melandai. Ini adalah hasil kerja kolosal yang selalu disiplin menjaga protokol kesehatan," lanjutnya.

Adapun dari mapping kelurahan, menurut kecepatan laju Incident Rate (IR) Covid-19 per 100 ribu penduduk pada periode 15-30 Mei 2020 mayoritas wilayah Jakarta juga sudah berwarna hijau (laju IR 0) dan kuning (laju IR 0,1 - 24,63).

"Artinya kita bisa mengubah itu. Kita berhasil mengubah tempat-tempat yang berwarna merah sebelumnya, menjadi hijau. Tapi kita masih punya pekerjaan rumah untuk mengubah beberapa tempat lain menjadi berwarna hijau," tutur Anies. 

Namun, mengingat potensi penularan masih dapat terjadi, apalagi masih terdapat 66 RW yang rawan maka Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 DKI menetapkan PSBB diperpanjang dan bulan Juni sebagai masa transisi.

"Semua sanksi terhadap pelanggaran PSBB akan tetap berlaku. Pelanggaran kewajiban menggunakan masker juga akan ditindak. Sekarang kita masuk fase transisi, jangan kita kembali ke masa sebelum ini. Tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan," demikian Anies.

Komentar