Kamis, 04 Juni 2026 | 06:46
NEWS

WNI di AS Aman dari Unjuk Rasa Pro George Floyd

WNI di AS Aman dari Unjuk Rasa Pro George Floyd
Unjuk rasa memprotes kematian George Floyd. (Dok. AP)

ASKARA - Penjuru Amerika Serikat bereaksi atas kematian seorang warga kulit hitam George Floyd. 

Sebanyak 25 kota di 16 negara bagian telah memberlakukan jam malam, sebagian di antaranya bahkan memperpanjang hingga Senin pagi waktu setempat (1/6).

Konsulat Jenderal RI untuk Chicago melaporan bahwa saat ini kondisi Kota Chicago, pusat distrik bisnis dan area Downtown Loop ditutup, hanya dapat diakses pemilik bisnis dan warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Sementara di Minnesota, aparat menutup seluruh akses jalan tol. Meskipun telah diberlakukan perintah jam malam namun aksi protes terus berlanjut sejak Minggu (31/5) hingga Senin dini hari di beberapa kota di Midwest, khususnya Chicago, Minneapolis dan St. Paul.

Sebelumnya aksi demonstrasi berlangsung secara damai, namun berubah menjadi rusuh.

Aksi dilakukan dengan perusakan, pelemparan batu ke arah petugas dan fasilitas umum. Juga penjarahan toko-toko dan pembakaran kendaraan polisi.

Adapun jumlah warga negara Indonesia yang bermukim di kota-kota terdampak demonstrasi di antaranya Chicago 864 orang, Minneapolis-St. Paul (272), Detroit (334), Des Moines (36), Cincinnati (81), Columbus (277), Cleveland (68), Toledo (31), dan Dayton (27).

"Hingga pukul 12.00 Minggu malam (31/5), WNI yang ada di kota-kota yang dilanda aksi protes dilaporkan berada dalam keadaan baik dan ama," tulis laporan KJRI Chicago dalam laman Kemlu.go.id yang dikutip Selasa (2/6).

Hingga kini, KJRI Chicago terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan WNI di kota-kota tempat berlangsungnya unjuk rasa.

KJRI Chicago juga mengimbau para WNI untuk memantau perkembangan melalui media sosial dan layanan pesan singkat guna memastikan selalu mendapat informasi terkini.

"Tetap tenang namun terus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, serta segera melaporkan ke Hotline 24 jam KJRI apabila terdapat warga Indonesia yang memerlukan bantuan," tutup laporan KJRI Chicago.

Komentar