Cegah Penularan Covid-19, Organda DKI Minta Transaksi Non Tunai
ASKARA - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta meminta pemerintah menyiapkan protokol tatanan kehidupan baru atau new normal dengan baik. Salah satunya adalah meniadakan transaksi tunai.
Hal itu ditekankan sebagai langkah pencegahan virus corona (Covid-19).
"Supaya terkontrol bisa pakai sistem digital. Kita harus memanfaatkan IT makanya harus ada kartu, penggunaan non tunai supaya kontrolnya terjamin. Terlebih, uang tunai itu kan ternyata juga bisa ikut menyebarkan virus," jelas Ketua Organda DKI Safruhan Sinungan, Selasa (6/2).
Transaksi non tunai diharapkan bisa diterapkan tidak hanya di Ibu Kota Jakarta saja melainkan juga cakupan wilayah penyangga.
"Jadi lebih baik dengan uang digital. Ke depannya, kita harus mulai dari wilayah Jabodetabek supaya pembayaran transportasi itu semuanya non tunai," kata Safruhan Sinungan.
Organda DKI juga akan membahas hal tersebut dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT).
"Organda nanti akan berbicara dengan BPTJ. Harapannya dengan kewenangan yang dimiliki BPTJ, semua pembayaran transportasi umum itu tidak lagi menggunakan uang tunai," ujar Safruhan Sinungan.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa daerah yang dapat menerapkan new normal harus memiliki tingkat kasus Covid-19 yang menurun 50 persen dalam waktu tiga pekan berturut-turut.

Komentar