Media Massa Ubah Perilaku Masyarakat Menyikapi Pandemi Covid-19
ASKARA - Upaya percepatan penanganan Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 telah dilakukan berbagai pihak.
Salah satunya media massa yang berperan menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Terlebih Gugus Tugas Nasional mengedepankan kolaborasi dan sinergi pentaheliks. Peran media massa itu diharapkan berujung perubahan perilaku masyarakat dalam menyikapi pandemi.
Pemimpin Redaksi Harian Suara Merdeka Gunawan Permadi mengatakan, persoalan saat ini tidak hanya pada kesadaran terhadap konteks kesehatan tetapi juga mengubah perilaku. Pihaknya lebih berfokus untuk membangun persepsi masyarakat dari sisi kultur atau budaya dan sosial.
"Kami selalu mendorong melakukan pencerahan secara kultural dengan menggunakan narasumber atau pakar yang membahas tidak hanya kesehatan tapi kultural. Ini diharapkan bisa dimaknai dan dimengerti masyarakat," ujarnya dalam konferensi virtual BNPB, Selasa (2/6).
Pihaknya melakukan framing dan agenda yang berbasis pada konteks kultural semisal tradisi mudik dan Lebaran ketupat di Jawa Tengah.
Tradisi mudik ini sangat luar biasa. Ada juga ungkapan meski tidak makan tapi berkumpul bersama orang-orang sekitar. Situasi ini tentu berpengaruh terhadap upaya pencegahan penularan Covid-19 secara lebih luas.
Sedangkan pada momen Lebaran ketupat lebih ramai pada saat Hari Raya Idul Fitri.
"Festival atau perayaan di masyarakat lebih meriah, ini faktor kultural," kata Gunawan.
Hal itu digenjot supaya persoalan kultural tidak menjadi kendala bagi masyarakat Jateng sehingga tetap terselenggara meskipun ada penyesuaian.
Selaku representasi media mainstream di Jateng, Suara Merdeka juga melibatkan pakar arkeolog, sosiolog dan psikolog untuk ikut membahas konteks kultural yanvg menjadi fenomena di tengah masyarakat.
"Kegiatan semacam budaya seperti itu lebih penting, sifatnya kolosal. Salat Idul Fitri di masyarakat Jawa Tengah lebih banyak dimaknai dari aspek budaya bukan sekadar syariat dan sebagainya. Muatan kultural ini yang besar," jelas Gunawan.

Komentar