Badung dan Denpasar Dilanda Banjir-Longsor, Tidak Ada Korban Jiwa
ASKARA - Kabupaten Badung dan Kota Denpasar dilanda banjir dan tanah longsor dari Minggu sore (3/5) sampai Senin dini hari (1/6).
Beberapa titik yang terkena banjir yaitu di Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padang Sambian, Denpasar Barat.
"Banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan ini menyebabkan debit air tidak mampu tertampung di aliran sungai dan menyebabkan beberapa tanggul di setiap perumahan tidak kuat menahan debit air tanah, sehingga terjadinya longsor dan endapan lumpur di permukiman warga," jelas Kepala BPBD Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa.
Menurut Ida Bagus, ada tujuh warga yang terjebak dan meminta untuk dievakuasi. Proses evakuasi menggunakan perahu karet kemudian dilakukan pengecekan terhadap tujuh warga tersebut.
"Mereka dalam kondisi sadar dan kedinginan lalu diberikan perawatan dengan minyak hangat dan selimut," ujarnya.
Wilayah lain yang mengalami banjir yaitu di Jalan Dewi Supraba Gang Putra, dengan kondisi saat ini lumpur masih cukup tebal, di jalan Antasura Gang Jambu, Peguyangan, dengan kondisi lumpur yang merendam areal TKP, di jalan Kebo Iwa Utara, Perumahan Giring, Tahap 1 dan Tahap 5, Padang Sambian Kaja, Denpasar Barat serta di Jalan Lembu Sura, SD 11 Peguyangan, Denpasar Utara.
"Terhadap kondisi tersebut oleh petugas langsung melakukan penyedotan, penyemprotan dan pembersihan di area TKP tersebut," kata Ida Bagus.
Sedangkan tanah longsor terjadi di Jalan Kaswari Gang Sri Rama Nomor 5, Penatih, Denpasar Timur dan di jalan Made Bima Mulia, Perum Bima Mulia Blok E, Ubung Kaja, Denpasar Utara.
"Dari peristiwa tanah longsor tersebut tidak ditemukan korban jiwa," ujar Ida Bagus.
Banjir juga dialami warga yang berada di wilayah Gelogor Carik, Denpasar dengan ketinggian mencapai 60 centimeter.
"Karena hujan semalam deras dan DAM di Buagan enggak bisa dibuka bisa jadi airnya naik. Kondisi sekarang paling parah sekitar 60 centimeter dan ini dari pukul 04.00 Wita tadi," kata Muchalsin, salah satu warga Gelogor Carik. (jpnn)

Komentar