Selasa, 09 Juni 2026 | 01:54
NEWS

Jurus Negeri Serambi Mekah Tekan Penyebaran Covid-19

Jurus Negeri Serambi Mekah Tekan Penyebaran Covid-19
Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. (Dok. BNPB)

ASKARA - Menurunnya kasus positif virus corona (Covid-19) di Aceh menjadi sorotan di tengah sejumlah provinsi lain masih mengalami peningkatan. 

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah membeberkan upaya-upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus. 

"Banyak yang mengatakan kalau kasus positif Covid-19 di Aceh melandai adalah karena anugerah Allah. Tentu itu kita yakini tapi juga semua keberhasilan adalah kerja sama semua pihak atas kolaborasi yang baik di antara para stakeholders. Dan tentu terpenting adalah bagaimana pemerintah mengintervensi semua aspek dalam kehidupan sehingga bisa mencegah Covid-19 tersebut," jelasnya dalam konferensi pers Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Jumat (28/5). 

Menurut Nova Iriansyah, ada juga yang beranggapan bahwa menurunnya kasus Covid-19 di Aceh disebabkan faktor ras dan DNA, geografi hingga iklim. Dia pun memungkinkan bahwa hal itu bisa saja menjadi alasan. 

Namun hakikatnya kasus covid-19 di Aceh yang sampai saat ini angkanya melandai adalah dari faktor doa yang kuat dari masyarakat yang mempengaruhi kekebalan tubuh. Termasuk berkat kerja sama baik dengan seluruh stakeholder yang menentukan keberhasilan. 

"Pasti karena ada doa yang kuat dari masyarakat, ada keyakinan yang kuat sehingga antibodi masyarakat bisa terjaga dengan baik. Dan aspek-aspek lain mendukung," kata Nova Iriansyah. 

Pemprov Aceh juga telah menjalankan protokol pencegahan Covid-19 seperti halnya dengan daerah lain. Hanya saja Aceh lebih cepat, terpadu, dan lebih fokus. 

"Seperti memulangkan mahasiswa Aceh yang ada di Wuhan yang sudah kita lakukan pada akhir Januari 2020. Kemudian kami di Aceh juga cepat menyediakan sarana dan prasarana covid-19 mulai dari pembukaan posko sebagai pusat informasi, menyiapkan rumah sakit rujukan, ruang isolasi, dan kebutuhan lainnya untuk menangani Covid-19 sebelum ada yang terindikasi positif," papar Nova Iriansyah.

Upaya pemerintah juga didukung sikap masyarakat Aceh yang sangat reaktif dan over protektif terhadap kesehatannya. Bahkan sempat memberlakukan jam malam mencegah Covid-19 yang kompak dilaksanakan warga selama lima malam, sebelum daerah-daerah lain menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

"Awalnya masyarakat Aceh kurang yakin adanya Covid-19 di Aceh. Namun sesudah adanya satu orang warga positif Covid-19 kemudian masyarakat Aceh lebih antisipatif, waspada dan lebih disiplin dalam mencegah Covid-19," ujar Nova Iriansyah. 

Tak hanya itu, Pemprov Aceh juga over reaktif dan maksimal dalam menghadapi kemungkinan outbreak Covid-19 yang didukung oleh Forkopimda, ulama serta tokoh masyarakat, termasuk menyiapkan lahan jika diperlukan untuk memakamkan korban Covid-19 di provinsi berjuluk Negeri Serambi Mekah itu.

"Kemudian pemerintah juga berhasil membangun kesiapsiagaan petugas hingga ke tingkat desa. Sehingga semua yang dicurigai tidak ada yang lolos sampai terbukti negatif," beber Nova Iriansyah. 

Terakhir adalah berkat dukungan masyarakat kepada para tenaga medis yang sangat luar biasa. 

"Semua yang terkait kerja tim paramedis, dokter mendapat dukungan dari segenap lapisan masyarakat, terutama aparatur pemerintah baik di provinsi maupun di kabupaten/kota. Berbagai bantuan disalurkan sebagai bentuk dukungan dan semangat bagi para tenaga medis termasuk keluarga mereka yang menunggu di rumah," jelas Nova Iriansyah. 

Komentar