Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47
NEWS

Wisma Karantina Pademangan, Tempat Isolasi WNI dari Luar Negeri

Wisma Karantina Pademangan, Tempat Isolasi WNI dari Luar Negeri
Wisma Karantina Pademangan (Dok BNPB)

ASKARA - Pemerintah melalui Komando Gugus Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) menyiapkan menara 8 dan 9 Wisma Karantina Pademangan sebagai tempat untuk karantina atau isolasi pasien Covid-19.

Penambahan menara isolasi diperuntukkan kepada warga negara Indonesia (WNI) repatriasi yang datang dari berbagai negara. Menara tersebut berada di Blok C2, Jalan Benyamin Sueb, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. 

"Tower 8 dan 9 yang berlokasi di Pademangan ini diperuntukkan sebagai tempat pelaksanaan karantina atau isolasi para WNI repatriasi dari berbagai negara dan lebih dikenal umumnya nama Wisma Karantina Pademangan,” ujar Brigjen TNI M. Saleh Mustafa dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (27/5).

Hingga Senin (25/5) lalu sebanyak 1.848 orang telah diisolasi di Wisma Karantina Pademangan. Sejak dibuka, sebanyak 4.175 warga repatriasi dari berbagai negara terdaftar di wisma ini, lebih dari 2.000 warga telah kembali ke daerah asal, sedangkan yang terdeteksi kasus positif sebanyak 160 warga.

Kemudian bagi para WNI repatriasi yang telah menjalani karantina dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal, yang sebelumnya mereka melakukan tes swab terlebih dahulu untuk mengetahui status kesehatannya. Bagi yang mendapatkan hasil negatif akan dibekali surat keterangan kesehatan PCR negatif Covid-19 dari dokter Wisma Karantina Pademangan. 

"Sedangkan mereka dengan hasil positif, segera dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet di Kemayoran hingga dinyatakan sembuh. Mereka yang telah sembuh tetap membutuhkan surat keterangan PCR negatif Covid-19 dari dokter RS Darurat Wisma Atlet,” tambah Saleh.

Di wisma ini, mereka yang menjalani isolasi melakukan administrasi yang berlangsung tertib dan lancar, seperti pengembalian paspor dan pemberian surat keterangan sehat PCR negatif Covid-19. 

Selain itu warga yang diisolasi mendapatkan layanan logistik makanan tepat waktu tiga kali sehari dan snack satu kali, termasuk kebersihan di dalam wisma dan lingkungan juga menjadi perhatian pengelola wisma, Kogasgabpad juga menyediakan transportasi berupa bus bagi mereka yang dinyatakan sehat dan kembali ke daerah asal.

Komentar