Sekolah Berpotensi Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19
ASKARA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia khawatir sekolah menjadi klaster baru penyebaran virus corona (Covid-19).
Hal ini tertuang dalam rekomendasi KPAI sebagaimana disampaikan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, merespons rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuka kembali aktivitas sekolah awal tahun ajaran baru 2020/2021 pada 13 Juli mendatang.
"KPAI mendorong Kemdikbud dan Kemenag RI belajar dari Negara lain yang sudah mulai turun kasusnya, bahkan zero kasus kemudian membuka sekolah dengan menerapkan portokol kesehatan, namun ternyata ditemui kasus baru karena siswa dan guru tertular covid 19. Sekolah malah menjadi kluster baru," jelas Retno, Selasa (26/5).
Menurut KPAI, negara seperti Tiongkok saja membuka sekolah setelah kasus Covid-19 tuntas selama 10 hari.
Pembukaan sekolah juga disertai dengan persiapan yang matang dan benar-benar dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Bahkan di China, para guru yang akan mengajar sudah menjalani isolasi dahulu selama 14 hari sebelum sekolah dibuka," kata mantan kepala SMAN 3 Jakarta itu.
Kemudian, beberapa negara di Eropa seperti Finlandia, Prancis dan Inggris yang memiliki sistem kesehatan yang baik dan membuka sekolah juga dengan persiapan yang matang dan protokol kesehatan yang ketat, ternyata juga tidak aman dan malah menimbulkan kluster baru di lingkungan sekolah karena beberapa siswa dan guru tertular covid 19 hanya dalam hitungan minggu.
Maka dari itu, KPAI mendorong pemerintah dan Gugus Tugas Covid-19 untuk melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para pakar Epidemiologi sebelum membuka sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021.
"IDAI sebagai ahli harus didengar dan dipergunakan rekomendasinya terkait rencana Kemdikbud dan beberapa Dinas Pendidikan daerah membuka sekolah kembali," kata Retno.
Menurutnya, membuka sekolah harus dipikirkan dengan matang oleh pemerintah pusat dan daerah, karena ini menyangkut keselamatan guru dan terutama keselamatan jutaan anak-anak Indonesia yang menjadi peserta didik dari PAUD sampai SMA/sederajat.
"Apalagi jika mengingat kondisi terakhir di mana pasar, mall dan bandara penuh sesak di saat seharusnya kita menjaga jarak dan tetap berada di rumah demi memutus penyebaran dan penularan Covid-19," jelas Retno.
Demi melindungi anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa, KPAI mengingatkan agar pemerintah pusat dan daerah super hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan membuka sekolah.
"Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak memgambil kebijakan menyangkut anak," tandas Retno. (jpnn)

Komentar