Meski Jumlahnya Turun, Penumpang KRL Lebaran Masih Ada yang Berkelompok
ASKARA - PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) mencatat jumlah pengguna KRL di hari kedua Lebaran hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 83.125 penumpang.
Sementara di hari pertama Lebaran pengguna KRL lebih kecil yakni sebanyak 60.457 penumpang. Jumlah penumpang dalam dua hari Lebaran tahun ini turun 90 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2019 lalu, PT KCI melayani 629.983 penumpang dan 749.332 penumpang pada tahun 2018.
VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengatakan, penurunan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mengurangi mobilitas yang tidak perlu dan kebijakan #TidakMudik #TidakPiknik pada Lebaran kali karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19.
"Dari pantauan PT KCI para pengguna KRL masih didominasi oleh penumpang musiman yang naik KRL berkelompok/rombongan, dan cukup banyak yang membawa anak-anak. Situasi ini serupa dengan tahun-tahun sebelumnya pada hari Lebaran, sehingga dengan operasional terbatas semakin sedikit pula penumpang musiman yang dilayani," ujar Anne, Selasa (26/5).
Pihaknya, kata Anne, tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam memberikan layanan, serta menekankan imbauan kepada para penumpang untuk wajib menggunakan masker dan mengikuti pemeriksaan suhu tubuh.
"PT KCI juga sudah menyediakan layanan berupa tambahan wastafel selain yang ada di toilet stasiun, dan hand sanitizer di stasiun maupun di dalam KRL," kata dia.
Selain itu, jumlah penumpang di dalam kereta juga dibatasi maksimum 60 orang untuk tiap kereta, sejalan dengan aturan PSBB yang masih berlaku.
Pembatasan ini dijalankan dengan penyekatan penumpang di sejumlah titik sehingga jumlah yang berada di peron dan di dalam kereta terkendali. Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun.

Komentar