Hebat, Rwanda Datangkan 5 Robot Bantu Tangani Covid-19
ASKARA - Lima robot humanoid telah didatangkan ke Rwanda untuk membantu pemeriksaan virus corona, mengirimkan makanan dan obat kepada pasien, serta bertindak sebagai tautan video conferensi antara pasien dan dokter.
Masing-masing robot diberi nama Akazuba, Ikizere, Mwiza, Ngabo, dan Urumuri.
Menteri Kesehatan Daniel Ngamije mengatakan, tujuan utama penggunaan robot adalah mengurangi interaksi tenaga medis dengan pasien yang terpapar Covid-19 sehingga meredam potensi penularan.
"Kami membutuhkan robot-robot tambahan untuk tugas lain seperti disinfeksi tempat-tempat umum dan kami sedang berusaha untuk mendapatkannya," kata Ngamije.
Robot-robot itu dibuat oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Belgia. Kementerian Kesehatan Rwanda mengatakan, setiap unit robot mampu melakukan beberapa pekerjaan antara lain screening 50-150 pasien per menit, merekam dan menyimpan data medis pasien, memberitahukan tenaga medis tentang kejanggalan yang terjadi, serta memperingatkan orang yang tidak mengenakan masker atau menggunakannya secara tidak benar.
Rwanda memiliki dua fasilitas perawatan Covid-19, satu terletak di pinggiran Ibu Kota Kigali dan di Kota Nyamata, wilayah bagian tenggara.
Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 297 kasus infeksi Covid-19 terkonfirmasi. Sebanyak 203 pasien sembuh dan tidak ada pasien meninggal dunia.
Data Bank Dunia yang diperbarui April 2020 menyebutkan bahwa Rwanda negara kecil di Afrika Timur yang tidak memiliki garis pantai memiliki populasi 12,5 juta jiwa (2018). Sebelum ada wabah Covid-19, negara itu sedang mengalami peningkatan di bidang ekonomi. Negara yang dilanda konflik bersenjata dan kriminalitas bersenjata selama 2001-2014 itu sempat mengalami perbaikan kesejahteraan dengan berkurangnya angka kemiskinan nasional dari 59 persen dari populasi menjadi 39 persen. Namun, kondisinya stagnan antara tahun 2014 dan 2017, dan Rwanda masih jauh lebih miskin dibandingkan dengan negara tetangganya yang lebih luas Republik Demokratik Kongo yang juga masih diliputi konflik bersenjata. (hidayatullah)

Komentar