Jelang Lebaran, Tidak Ada Mal di Jakarta yang Buka
ASKARA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, masyarakat mulai mengabaikan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Pasar tradisional bahkan mal di beberapa daerah dipadati warga yang ingin mempersiapkan hari kemenangan untuk membeli baju baru maupun bahan pangan pokok.
Menanggapi hal ini, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, seluruh mall di ibu kota masih tutup alias mengikuti PSBB.
"Mal di DKI tidak ada yang buka, semua masih mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Yang banyak terdengar bukan anggotal mal dari DKI. Sanksi diberikan oleh pihak Pemprov DKI bilamana ada," kata Ellen saat dihubungi Askara, Kamis (21/5).
Dalam aturannya sendiri, pihak mal akan memberi informasi ke seluruh tenant mengenai tanggal operasional dan meminta para tenant untuk melakukan persiapan karyawan serta perlengkapannya. Selain itu juga melakukan general cleaning terhadap area sewa serta peralatannya untuk siap difungsikan kembali.
Kemudian setiap mal juga telah memiliki SOP masing-masing yang di mana security dan customer service akan mengatur antrean berjarak jika terjadi kerumunan. Bahkan semua pengunjung yang menggunakan eskalator juga diminta untuk berjarak.
Selain itu, mengatur secara keseluruhan mal tidak ada tenant yang diprioritaskan.
"Semua tenant silahkan buka. Terkecuali masih ada protokol kesehatan yang staging," kata Ellen.
Untuk menuju normal baru, dalam tahap awal, setiap mal bisa membuka pelayanannya. Hanya saja tidak seperti jadwal keadaan normal sebelumnya atau yang biasa pada jam 10 pagi sampai dengan 10 malam. Namun bisa saja tutup lebih awal yakni jam 8-9 malam, semuanya tergantung pengaturan dari tiap mal. Hal ini sekaligus sebagai cara mall dalam mempertimbangkan aturannya saat normal baru.
"Ya karena saat new normal butuh masa transisi lagi. Keputusan tergantung pengelola mal dengan melihat arus pengunjung," ujar Ellen.
Untuk restoran, jika sudah tidak ada PSBB, mestinya diperbolehkan dine in atau makan di tempat dengan mengatur jarak atau melakukan pengaturan tata letak meja dan kursi. Dan jika food court maka akan diatur juga pemakaian kursi berjarak.

Komentar