Singapura Akhiri Pembatasan Pergerakan Menuju New Normal dengan Tiga Fase, Dimulai 1 Juni 2020
ASKARA - Singapura akan melepas kebijakan pembatasan pergerakan (circuit breaker) pada 1 Juni mendatang. Pembukaan untuk "the new normal" akan dilakukan perlahan melalui tiga fase.
Namun demikian, Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong menyebut kebijakan tersebut dapat dibatalkan jika wabah kembali menyebar.
"Ketika kita mulai melanjutkan banyak kegiatan, kita melihat peningkatan dalam kasus harian, apabila kita dapat terus menjaga situasi terkendali, maka kita dapat membuka kembali secara progresif," ungkap Gan Kim Yong, melansir Strait Times, Kamis (21/5).
Di tahap pertama, Singapura mulai mengizinkan masyarakat kembali beraktivitas di tempat kerja dengan terlebih dulu memprioritas sektor penting dan bisnis yang beroperasi dan memiliki risiko transmisi yang lebih rendah. Sementara itu, pekerjaan dengan risiko transmisi lebih tinggi tetap bekerja dari rumah.
Mereka yang kembali bekerja harus melengkapi dokumentasi hukum. Kemudian untuk aktivitas sekolah akan dibuka secara bertahap berdasarkan tingkatannya. Rencananya dimulai secara penuh pada 10 Juni mendatang. Pelajar yang bersekolah setiap harinya adalah sekolah dasar dan menengah, sementara sisanya dilakukan aktivitas belajar dengan bergiliran setiap minggu.
Sementara itu, aktivitas di tempat ibadah, mulai dibuka kembali pada bulan depan mendatang, namun tempat ibadah - ditutup selama pemutus sirkuit - akan diizinkan untuk dibuka bulan depan, tetapi hanya untuk ibadah pribadi atau tanpa ada kegiatan lain selain beribadah.
Sementara itu, pertemuan sosial juga akan tetap dilarang, namun dikecualikan untuk mengunjungi orang tua atau kakek-nenek mereka, kunjungan tersebut akan dibatasi hingga satu kali per hari, dengan maksimum dua kali kunjungan dalam sehari. Kunjungan ini sendiri harus dari rumah tangga atau keluarga sedarah.
Sementara itu, untuk mengantar anak-anak ke tempat penitipan anak diizinkan, namun untuk para manusia lanjut usia (manula) tetap tidak boleh keluar.
Gan menuturkan, pada fase pertama ini diperkirakan berlangsung beberapa minggu, yang kemudian berlanjut di fase kedua. Fase kedua ini akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan tingkat penyebaran Covid-19 rendah, stabil dan terkendali.
Pada fase kedua, Gan menyebutnya sebagai tahapan "transisi aman", di mana orang-orang akan lebih banyak kegiatan sosial, selain itu akan lebih banyak bisnis yang akan diizinkan untuk dibuka kembali. Di sisi lain, pengusaha harus menerapkan langkah-langkah menjaga jarak yang aman, dan memastikan bahwa para pekerjanya terus dapat bekerja dari rumah.
Pada fase ini juga, pertemuan sosial kecil dan makan di gerai makanan dan minuman juga mulai diizinkan untuk membuka kembali usahanya.
Fase kedua bisa berlangsung beberapa bulan, tahapan selanjutnya tergantung pada pada perkembangan Covid-19. Langkah-langkah akan terus dilonggarkan lebih lanjut sampai negara mencapai fase ketiga dan terakhir, yang disebut "negara aman".
Hingga pada fase ketiga, Singapura telah dinyatakan untuk menerapkan "normal baru" hingga vaksin ditemukan.

Komentar