Kamis, 18 Juni 2026 | 10:41
NEWS

Hadapi Virus Corona dengan Kearifan Lokal

Hadapi Virus Corona dengan Kearifan Lokal
Dok. BNPB

ASKARA - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada segala aspek kehidupan masyarakat. 

Pemerintah Desa Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta melakukan antisipasi, salah satunya seperti memperkenalkan pranata sosial baru kepada warga.

Warga Desa Panggungharjo memilih untuk tidak menyerah, mereka melakukan adaptasi dengan situasi dengan melakukan pendekatan kreatif. 

Kombinasi antara kapasitas politik dan birokrasi di tingkat pemerintah desa dan kapasitas sosial memunculkan pendekatan humanis dalam menyikapi pandemi.

"Kita coba mengkombinasikan antara kapasitas politik dan birokrasi yang ada pemerintahan desa, dengan kapasitas sosial yang ada di warga masyarakat desa," ujar Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5).

Pemerintah Desa Panggungharjo mengantisipasi dampak penyebaran Covid-19 sejak 16 Maret 2020 atau sekitar dua pekan setelah kasus positif pertama diumumkan Presiden Joko Widodo. Aparat desa segera membentuk satuan gugus tugas dengan nama Panggung Tanggap Covid-19.

Melalui gugus tugas, ada dua langkah yang diterapkan yakni lapor dan dukung. Lapor dimaksudkan mengidentifikasi dampak yang dihadapi warga desa. 

"Modul lapor ini dalam kerangka mengidentifikasi, memetakan kira-kira dampak apa yang akan dihadapi oleh warga masyarakat desa," terang Wahyudi. 

Dari sini, teridentifikasi tiga dampak yang dirasakan oleh warga baik dari aspek klinis, ekonomi dan sosial. Sedangkan dukung, pihak desa dibantu dengan pendataan yang lebih baik seperti katagorisasi risiko dan intervensi yang dibutuhkan. 

Upaya pemerintah desa dibarengi langkah mitigasi dampak sosial. Tantangan yang dialami dalam konteks kesehatan masyarakat yakni kesadaran kolektif menghadapi krisis. 

Wahyudi berharap di antara warga muncul persamaan persepsi terhadap situasi pandemi. 

"Jangan panik dan jangan abai," katanya.

Stabilitas yang ditemui di Desa Panggungharjo tidak terlepas dari upaya membangun pranata sosial baru. 

"Kedua, yaitu upaya kita mendorong warga masyarakat di tingkat dukuh untuk membangun pranata sosial baru untuk mengatur pola relasi sosial," jelas Wahyudi. 

Masyarakat desa membangun terwujudnya pranata sosial baru ini sejak awal Maret lalu. Melalui nilai-nilai baru potensi konflik sosial dapat diminimalkan. Misal, pasien corona dapat diterima oleh masyarakat bahkan mereka disambut dengan shalawatan.  

"Ini membangun relasi sosial yang baik dan dibutuhkan pada situasi masa kini," demikian Wahyudi. 

Komentar