Senin, 18 Oktober 2021 | 05:49
COMMUNITY

Pengalaman di Gunung Gede Pangrango

Kuntilanak Merah Ngintip di Balik Pohon

Kuntilanak Merah Ngintip di Balik Pohon
Yuliani Hariza saat mendaki Gunung Gede Pangrango. (Dok. pribadi)

ASKARA - Selain menjadi tempat wisata favorit gunung juga banyak menyimpan cerita mistis dan sebagian pendaki pasti pernah mengalaminya. 

Seperti halnya yang dialami kelompok pendaki dari Universitas Satya Negara Indonesia (USNI).

Pengalaman itu terjadi ketika mendaki Gunung Gede Pangrango pada 2018 dengan jumlah 10 orang. Terdiri dari lima perempuan dan lima pria. Mereka memilih jalur Gunung Putri dan berkemah di hutan dekat Surya Kencana. 

Selama perjalanan menuju puncak semua masih berlangsung biasa. Mereka tidak mengalami hal gaib atau ada yang mengganggu. Ketika ingin membuka tenda dan bersiap untuk istirahat di Surya Kencana salah satu pendaki mengalami kesurupan.

Pendaki Yuliani Hariza (25) menceritakan pengalaman mistis tersebut. Bermula ketika dirinya mengantarkan temannya untuk buang air kecil di balik tenda. Pandangannya ditolehkan ke arah pohon besar. 

Sontak dikagetkan dengan sosok wanita berpakaian serba merah. Bahkan matanya juga menyala. Memandang mereka yang berada di belakang tenda. Riza rasanya ingin cepat kembali ke tenda. 

"Pas lagi jagain Vita gue menghadap ke pohon di samping pohon itu ada seperti gaun panjang berwarna merah, matanya juga merah. Terus gue teriak, Kak Habib. Habis itu enggak berani cerita," katanya bercerita kepada Askara, Senin (18/5).

Ketakutan tak terhindari, namun Riza memilih untuk tidak menceritakan ke teman perempuannya. Hanya masih melekat ingatan itu dalam benaknya. 

"Habis lihat udah enggak berani lagi lihat pohon itu. Karena baru pertama kali liat gituan, jadi mikir itu bener apa enggak hantu kayak gitu," ucap Riza. 

Riza pun lari terbirir-birit kembali ke tenda. Sesampainya di tenda mereka masih empat orang yaitu Amelia, Vita, Kiya dan Riza. Saat semuanya hening tiba-tiba Kiya tidak sadarkan diri. 

"Habis itu gue rebahan, gak lama kemudian Ka Kiya kesurupan. Habis itu diurusin sama cowok. Gue di depan tenda nungguin Kak Kiya sudah sadar," ceritanya. 

Mereka akhirnya bisa melewati malam dengan aman dan menyantap makanan dengan nikmat. Keesokan harinya mereka bergegas bersiap untuk pulang. 

"Paginya sudah foto-foto pulang, itu waktu sudah sore," ujar Riza. 

Habib Affandi (29), salah satu teman pria di kelompok USNI menuturkan bahwa perjalanan turun semuanya normal. Tapi ketika ingin tiba di Pos Simaksi seorang temannya kesurupan. 

"Jefri kesurupan di Pos Kehutanan, sudah mau sampai Pos Pendaftaran," katanya. 

Menurut Riza, Jefri turun paling pertama tapi dia membantu teman-teman yang lainnya. Namun ketika mereka duduk tiba-tiba dia terjungkal. 

"Si Jefri sudah turun duluan, terus dia naik lagi untuk bantuin yang masih di atas bawa carrier. Pas lagi turun di sebelah Vita, Jefri diam-diam langsung seperti macan," tandas Riza.  

Komentar