Senin, 08 Juni 2026 | 11:38
NEWS

Masker Hanya Aksesoris, Aktivitas di Tanah Abang Tetap Padat

Masker Hanya Aksesoris, Aktivitas di Tanah Abang Tetap Padat
Suasana Jalan Jatibaru dekat Pasar Tanah Abang yang padat dan ramai meski masih masa pemberlakuan PSBB. (Antara)

ASKARA - Sepekan menjelang Lebaran, kondisi Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat tetap ramai. Meski saat ini masih berlaku kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk menekan penyebaran Covid-19.

Para pedagang tetap berjualan layaknya pada hari-hari normal tanpa PSBB.

"Enam puluh lima ribu aja bunda, diborong. Asal bisa jadi duit," kata salah satu pedagang menjajakan gamis yang menjadi barang jualannya di trotoar Blok F Pasar Tanah Abang, Senin (18/5).

Memang sebagian besar pedagang dan pengunjung memakai masker. Namun, tidak sedikit juga yang menjadikan maskernya hanya sebagai aksesoris. Masker bergantung di leher, tidak menutupi bagian mulut dan hidung.

Padahal berdasarkan Pergub 33/2020 tentang PSBB di DKI Jakarta, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Tidak hanya di trotoar Blok F, para pedagang pun berjualan di Jalan Jatibaru yang berada di dekat Blok F.

Pembeli yang didominasi oleh ibu-ibu pun dan suasana ramai memilih dengan santai baju-baju yang dijajakan oleh para pedagang di Tanah Abang.

Tidak sedikit juga pengunjung membawa anak-anaknya untuk ikut berbelanja di tengah kerumunan orang banyak yang dapat dikatagorikan melanggar aturan PSBB karena lebih dari lima orang.

Dengan padatnya aktivitas tersebut, baik para pedagang dan para pembeli enggan diwawancarai terkait alasannya tetap berbelanja baju Lebaran di tengah kerumunan meski melanggar PSBB.

Untuk DKI Jakarta, PSBB periode kedua akan berakhir pada 22 Mei 2020.

Meski sudah ada Pergub 41/2020 yang mengatur sanksi bagi pelanggar PSBB, namun nampaknya masih banyak masyarakat tetap beraktivitas di luar ruangan dan berkerumun lebih dari lima orang meski menggunakan masker. (jpnn)

Komentar