Rabu, 17 Juni 2026 | 17:16
NEWS

Aplikasi Bersatu Lawan Covid Diluncurkan, Ini Fiturnya

Aplikasi Bersatu Lawan Covid Diluncurkan, Ini Fiturnya
Pemimpin program konten aplikasi BLC dr. Sheila Rachma (Dok BNPB)

ASKARA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 resmi meluncurkan aplikasi berbasis gawai yakni Bersatu Lawan COVID (BLC). Aplikasi ini diluncurkan untuk mempermudah masyarakat untuk menyikapi dan merespons wabah virus corona (Covid-19). 

Melalui BLC, masyarakat dapat mengetahui kerentanan lokasi persebaran Covid-19 di sekitar, di mana Covid-19 dapat dilihat secara mudah sehingga masyarakat lebih waspada dalam keberadaannya.

Tak hanya itu, BLC juga bisa mendeteksi gejala virus ini, sehingga jika merasakan gejala yang dikenali, dapat mempercepat konsultasi dan pemeriksaan diri oleh tenaga kesehatan pada tahap awal.

Pemimpin program konten aplikasi BLC, dr. Sheila Rachma mengatakan, fitur BLC dikembangkan berdasarkan data terkini, tinjauan ilmiah dan berbasis bukti.  

“Masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri untuk mengetahui status kesehatan, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, mengetahui kerawanan daerah dan edukasi harian,” ujar Sheila saat konferensi persi di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (3/5).

Sheila menuturkan, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh petugas kesehatan, di mana para petugas kesehatan dapat melihat perkembangan pasien, fitur pemeriksaan rapid diagnostic test dan data riwayat medis pasien. 

“Aplikasi ini mempermudah petugas untuk dapat melakukan pemantauan pasien Covid pada wilayah kerjanya, melaporkan hasil pemeriksaan pasien termasuk rapid test dan lain-lain. Mobile apps ini terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan COVID-19,” ujar Sheila. 

Dikatakan, aplikasi ini juga dikembangkan oleh kementerian, institusi serta menggaet pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang dilatarbelakangi tekad untuk merangkul seluruh masyarakat guna menanggulangi Covid-19.

“Mobile apps bersatu Lawan COVID ini dibentuk dari kolaborasi segala macam aspek tidak hanya menggunakan pendekatan medis melainkan kesehatan masyarakat, psikologis dan sosial,” ungkap Sheila.
 
"Adanya sinergi dan kedisiplinan dari seluruh aspek kita jadikan sistem ini sebagai tembok pertama dalam pertahanan mencegah dan melawan COVID-19," sambungnya. 

Pakar Epidemiologi, Dewi Nur Aisyah menyambut baik hadirnya aplikasi ini lantaran integrase data sangat penting diterapkan, khususnya untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial. 

“Ini seperti ibarat peta navigasi dalam menghadapi Covid-19,” ujar Dewi.

Untuk diketahui, pengembangan sistem yang dibangun Kevin Daniel Pantasdo ini tidak terlepas dari pemanfaatan aplikasi yang terlebih dahulu diciptakan yakni Fight Covid-19 oleh Ahmad Alghozi Ramadhan dan tim pengembang, Piky Hamonangan, Wahyu Nurhidayat dan Hudio Hizari.

Aplikasin ini bisa diunduh pada gawai berbasis android di http://bit.ly/BLCplaystore atau dapat mengakses tautan aplikasi pada laman covid19.go.id. Kedepan aplikasi BLC dapat bekerja pada gawai berbasis iOS. 

Komentar