Senin, 08 Juni 2026 | 01:12
NEWS

Bencana Hidrometeorologi Masih Menghantui Sejumlah Wilayah

Bencana Hidrometeorologi Masih Menghantui Sejumlah Wilayah
Banjir di Barito Utara, Kalimantan Tengah. (Dok. BNPB)

ASKARA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi masih akan melanda sejumlah wilayah hingga akhir April 2020. 

Seperti beberapa titik di wilayah Aceh, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta. 

Banjir terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh yang mengakibatkan 2.000 kepala keluarga terdampak. Hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor pemicu banjir sehingga merendam rumah dan fasilitas umum. 

"Meskipun berangsur surut, tinggi muka air masih berada pada 50 centimeter pada pagi ini," ujar Kepala Pusdatinkom Bencana BNPB Agus Wibowo kepada media, Rabu (29/4).

Banjir juga melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Genangan merendam 294 hektare sawah di Desa Bojong, Kecamatan Kayuwangetan. Kendati demikian Warga tetap bertahan di rumah masing-masing. 

"Tidak ada korban jiwa akibat bencana ini," kata Agus Wibowo. 

Selain banjir, di Cilacap juga terjadi tanah longsor di Desa Dondong, Kecamatan Kasugihan. 

BPBD setempat melaporkan panjang longsoran mencapai 8 meter. Longsor terjadi di lokasi dengan kemiringan lebih 35 derajat. 

Tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Di samping longsor, retakan tanah terjadi di Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur. 

"Retakan mengakibatkan satu unit rumah rusak berat," ujar Agus Wibowo.  

Sedangkan di Kalimantan Timur, banjir merendam beberapa titik di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dua kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Sepaku dengan wilayah Desa Karang Jinawi, Tengin Baru, Sukara dan Kelurahan Sepaku. 

"Di wilayah Kecamatan Penajam, banjir menggenangi Kelurahan Nenang dan Lawe. Banjir pun telah surut, namun hanya Kelurahan Sepaku masih terjadi genangan," jelas Agus Wibowo.  

Air menggenang pun sempat terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat beberapa waktu lalu meskipun segera surut. 

Data dari Januari hingga April 2020, bencana hidrometeorologi masih menempati urutan teratas kejadian di Indonesia. 

"Total kejadian banjir berjumlah 437 kali, puting beliung 355, tanah longsor 267 dan kekeringan satu. Sedangkan bencana lain yaitu kebakaran hutan dan lahan 119, gempa bumi empat, erupsi gunung api tiga, dan gelombang pasang dan abrasi dua," papar Agus Wibowo. 

Untuk itu, masyarakat diimbau selalu siap siaga dan waspada terhadap potensi gejala alam di tengah bencana non alam yaitu wabah virus corona (Covid-19). 

Komentar