Kamis, 18 Juni 2026 | 10:44
NEWS

Survei Persiapan Ibadah Haji Jadi Pertimbangan Raja Salman

Survei Persiapan Ibadah Haji Jadi Pertimbangan Raja Salman
Ilustrasi ibadah haji. (AFP)

ASKARA - Sebanyak 25 negara pengirim jemaah haji terlibat dalam survei mengenai persiapan pelaksaannaan haji tahun 1441 Hijriah yang dilakukan World Hajj and Umrah Convention (WHUC). 

Hal itu disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nizar dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui telekonferensi di Jakarta, Senin (27/4).

"Dari 25 negara tersebut, salah satunya termasuk Indonesia," kata Nizar.

Dari 25 negara yang berpartisipasi, sudah ada 15 yang mengembalikan form survei, termasuk Indonesia.

Survei diselenggarakan kerja sama Biro Perencanaan Kementerian Haji dengan WHUC. Hasilnya akan dilaporkan kepada menteri haji dan Raja Salman sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. 

"Hasil survei ini nantinya diharapkan dapat memberikan masukan untuk Kementerian Haji atau Raja Salman dalam mengambil kebijakan tentang penyelenggaraan haji 1441H/2020M," jelas Nizar.

Terpisah, Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menjelaskan, survei yang dilakukan WHUC antara lain menggali informasi persiapan dan langkah kesehatan yang diambil setiap negara dalam penanganan Covid-19. 

Selain itu, survei juga terkait kesiapan setiap negara jika kebijakan haji akan mempertimbangkan pembatasan usia maksimal 50 tahun. 

"Survei juga menanyakan tentang kesiapan negara jika harus ada karantina sebelum perjalanan dan ketika tiba di Saudi. Juga tentang kesiapan setiap negara jika ada pengurangan kuota sebanyak 20 persen," tuturnya.

Endang menambahkan, pihaknya juga telah mendapat informasi bahwa Arab Saudi mulai 27 April sudah tidak memberlakukan lagi jam malam untuk selain Mekah dan Madinah. 

"Ada informasi yang kami dapatkan bahwa ada perkembangan positif terkait penanganan Covid-19 di Arab Saudi. Sehingga sejak hari ini mall, toko, dan kafe sudah diperkenankan buka kembali. Ini kayaknya ada tanda-tanda baik buat kita," ujarnya. 

"Raja Salman juga telah menyetujui Majelis Kabinet terkait pelaksanaan MoU tentang Fast Track bagi negara-negara pengirim jemaah haji," demikian Endang.

Komentar