Pemasukan Perusahaan Bus Nol, Seluruh Penyewaan Dibatalkan
ASKARA - Di masa pandemi Covid-19 ini nyaris semua sendi kehidupan seperti bidang ekonomi terkena imbasnya. Tidak terkecuali sektor transportasi. Pendapatan mereka berkurang karena mobilitas orang berkurang. Terlebih mudik telah dilarang oleh pemerintah.
Seperti halnya yang dirasakan salah satu karyawan bus pariwisata Adhi Prima, Restu mengaku bahwa sebelum ada pelarangan mudik pihaknya sudah terlebih dahulu terdampak.
Baik perusahaan otobus pariwisata, karyawan, rekan-rekan biro travel maupun rekan pusat oleh-oleh semua sudah terdampak lebih dahulu. Kurang lebih 1 bulan mereka sudah merasakan dampaknya.
"Banyak order wisata yang harusnya bulan ini sebelum puasa kemarin itu jadwalnya rombongan anak sekolah, harus batal dan reschedule ke batas waktu yang tamu dan kami sendiripun tidak tahu sampai kapannya," ujar Restu saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (26/4).
Perusahaan penyedia sewa bus wisata dan rekan-rekan wisata lainnya, untuk imbas perjalanan yang berubah waktu keberangkatan ataupun batal pada bulan April, karena efek pandemi Covid-19 bisa dibilang mencapai 90-100 persen.
"Dalam artian sebagian besar bis pariwisata baik saya maupun rekan-rekan, sudah banyak yang tidak operasi karena efek pandemi," tutur Restu.
Sebelum adanya pandemi Covid-19 untuk bulan Maret-April diperkirakan jadwal harian yang terisi sebulan bisa sekitar 70-90 persen dalam sebulan.
"Untuk yang bulan April sebelum ada pandemi, jadwal di saya sendiri sudah kurang lebih 70 persen terisi dan masih terus menerima order masuk. Tapi imbas pandemi ini, seluruh perjalanan bulan April kami cancel dan reschedule semua," sesalnya.
Masyarakat juga masih diimbau tidak pergi keluar rumah maupun jalan-jalan ke tempat wisata saat masa Lebaran tahun ini. Sehingga pihak bus pariwisata akan semakin terpukul dari sisi pendapatannya.
"Sudah pasti makin terdampak. Karena tidak ada pemasukan dari bulan sebelumnya," ucap Restu.
Pada bulan puasa sendiri siklusnya biasanya akan menurun di awal hingga pertengahan puasa. Kemudian melonjak menjelang arus mudik seiring permintaan bantuan bus lebaran. Juga rombongan mudik gratis dari berbagai perusahaan. Serta permintaan tinggi ketika libur lebaran.
"Kami sendiri berharap semoga wabah ini sebelum lebaran sudah selesai. Sehingga kami sendiri bisa mencoba bangkit kembali," harapnya. Mengingat banyak penyewa masih menggantungkan bookingan sewa busnya karena masih ragu pandemi ini akan berakhir hinggap kapan.

Komentar