Cerita Anies, Ramadan Kali Ini Mirip di Zaman Nabi
ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa Ramadan kali ini akan terasa berbeda, di mana proses peribadatannya harus berada di rumah.
Tidak lain untuk menghindari penyebaran virus corona (Covid-19).
Seperti diketahui, Jumat lusa (24/4) merupakan tahap kedua pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta sekaligus hari pertama umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan.
"Bulan puasa adalah bulan di mana kita berada di masjid, kita berkegiatan dari mulai subuh sampai tarawih, masjid adalah sentralnya. Dan puasa kali ini akan menjadi berbeda karena kita semua akan melakukan kegiatan itu di rumah," kata Anies di Balai Kota, Rabu (22/4).
Anies juga merasa prihatin lantaran kini tidak ada lagi acara berbuka puasa bersama atau bukber dengan teman atau di luar rumah melainkan berbuka puasa di rumah bersama keluarga.
"Tarawih dilakukan bersama keluarga di rumah, bukan lagi di masjid. Salat-salat fardhu juga kita kerjakan di rumah," ujarnya.
"Ramadan kali ini mirip dengan Ramadan pada saat Nabi besar Muhammad SAW, di mana pada saat itu semua tidak dikerjakan di masjid. Sempat tarawih di masjid tapi kemudian tarawih di rumah. Buka puasa juga di rumah, kegiatan peribadatan di rumah. Semua tidak dilakukan di masjid," jelas Anies menceritakan.
Dia berharap agar warga ibu kota menganggap kondisi saat ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan.
"Karena itu, saya menganjurkan dalam kesempatan ini, hari Jumat besok masuk satu Ramadan. Kita memasuki masa ini dengan semangat untuk meningkatkan ketakwaan, menahan hawa nafsu tapi sambil juga kita memerangi pandemi Covid-19. Ini adalah sebuah bulan yang suci sekaligus juga sebuah periode yang amat berbeda dengan yang lain-lain," demikian Anies.

Komentar