Senin, 08 Juni 2026 | 09:48
OPINI

Penjara Yang Serba Mewah di Belanda

Penjara Yang Serba Mewah di Belanda
Sel Penjara di Belanda. (Kiri: ruang pertemuan pengunjung, Kanan: Ruang Tahanan)

Sama seperti negara lain, Belanda memiliki masalah dengan penjara dan tahanan. Jika negara lain sedang berjuang mengatasi banyaknya tahanan dengan minimnya penjara yang tersedia, Belanda justru berjuang untuk mengisi penjaranya.

Tingkat kejahatan di Belanda menurun secara drastis selama dua dekade terakhir. Penurunan terjadi berkat pendekatan yang baik yang dilakukan negara terhadap penegakan hukum yang lebih memilih rehabilitasi ketimbang hukuman penjara.

Bandingkan, Pemerintah di Indonesia menyediakan biaya makan dan pembinaan napi per hari hanya Rp 32.000. Sedangkan di Belanda menyediakan dana Euro 250,00 per napi setara Rp 4,25 juta per hari.

Dengan uang sebesar itu anda bisa tinggal di Hotel Bintang Lima Aryaduta selama lima hari include makan 3 kali sehari. Menu makanan di lapas Belanda tidak kalah seperti di hotel.

Setiap napi dapat memilih menu makanan, antara menu halal, vegan atau menu biasa yang terdiri dari kentang atau nasi berikut sayuran dengan daging 150 gram dan lengkap dengan desert berupa buah-buahan, terkadang ice cream ataupun apple pie.

Setiap sel hanya di isi oleh seorang napi saja (single room), lengkap dengan kamar mandi terpisah dalam sel tersebut. Setiap sel dilengkapi dengan TV flatscreen, telpon dan komputer. Perlengkapan standar lainnya dalam sel tersebut adalah kulkas, alat masak air untuk kopi atau teh termasuk alat masak magnetron microwave.

Seminggu tiga kali mereka diperkenankan olahraga. Jenis olahraga yang ditawarkan adalah ruang gym/fitness lengkap dengan trainer, sepak bola, volley, badminton, bahkan Squas. Bahkan setiap hari mereka boleh main ping pong atau main biliar (bola sodok).

Di setiap lapas disediakan perpustakaan maupun ruang belajar misalnya bagi mereka yang belajar bahasa asing begitu juga ruang ibadah lengkap dengan ustadz ataupun pendeta/pastor.

Namun, kelamaan tinggal di lapas pasti akan merasa bosan dengan sendirinya.. Oleh sebab itu setiap napi berhak mendapatkan cuti akhir pekan keluar dari lapas setiap dua bulan sekali.

Sedangkan bagi napi yang sudah berkeluarga disediakan ruang khusus untuk melakukan hubungan intim saat dapat kunjungan keluarga.

Selain itu napi diperbolehkan memelihara ayam, ikan, maupun burung ataupun menanam sayuran tanpa didampingi oleh petugas.

Anehnya walaupun sudah disediakan service yang super istimewa; lapas di Belanda itu kosong melompong hampir tidak ada penghuninya!

Maklum Belanda merupakan negara dengan tingkat kriminalitas paling rendah di dunia. Saat ini Belanda hanya ada 53 napi per 100.000 penduduk, dan sebagai perbandingan 670 napi per 100.000 di Amerika Serikat.

Maka tidaklah heran apabila sejak tahun 2013 Belanda sudah menutup 28 penjaranya. Belanda juga adalah satu-satunya negara di dunia yang mengimpor napi dari negara Belgia ataupun Norwegia agar penjaranya tidak terbengkalai.

Mungkin tidak lama lagi Belanda akan menjadi sebuah negara tanpa ada pelaku kejahatan lagi bahkan penjara pun akan ditiadakan sama sekali. Karena semua kebutuhan hidup warganya sudah terpenuhi tanpa pengecualian !

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar