Pengalaman Perawat RSPI Sulianti Saroso Menangani Pasien Covid-19
ASKARA - Sebagai salah satu rumah sakit (RS) rujukan pertama untuk penanganan virus corona, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso banyak merawat pasien yang positif corona virus disease (Covid-19).
Perawat di RS itu, Nurdiansyah berbagi pengalaman merawat pasien yang terjangkit virus dari Kota Wuhan, China itu. Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia daerah Jakarta Utara ini mengatakan, seluruh perawat harus mengenakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) yang betul-betul tertutup.
Laporan perkembangan kondisi pasien, dari seorang perawat ke perawat lainnya dilakukan setiap hari. Doa untuk kesembuhan pasien dan tenaga medis juga tak lupa dilakukan setiap kali bertugas.
Melihat kondisi pasien melalui layar monitor juga tak boleh dilupakan setiap kali pergantian shift. Setiap kamar isolasi pasien, dilengkapi dengan kamera pengawas.
"Kita bicara ke pasien lewat monitor, ketika pasien butuh apa, nanti ketika kita masuk baru kita lakukan perawatan. Setelah itu, baru kita menyiapkan kebutuhan pasien, apakah pasien mau ganti baju, kemudian apakah pasien jadwalnya ganti infus, pasien dapat obat, itu kita siapkan, lalu makanannya, semuanya (disiapkan)," ujarnya, Minggu (19/4).
Saat ini, RSPI Sulianti Saroso sudah penuh dengan pasien, baik yang positif maupun dalam pengawasan. Menurut Nurdiansyah, seorang perawat ditugaskan merawat dua hingga tiga orang pasien.
Seorang pasien, sekali melakukan perawatan membutuhkan waktu hingga tiga jam dengan tindakan seperti memasang infus, pemeriksaan jantung, dan lain sebagainya. Bahkan, ada perawat yang menangani seorang pasien hingga empat jam lantaran pasien tersebut merupakan pasien pemantauan kadar obat, sehingga tidak boleh ditinggalkan.
"Kita betul-betul memotivasi pasien, mentalitas pasien kita, kita kuatkan imunitasnya. Sampai pasien itu pegang tangan kita, ketika sesak kita berikan penguatan, kita ajarkan teknik nafas dalam agar rileks. Di kamar pasien itu kan ada TV jadi kita anjurkan nonton-nonton hal yang positif," katanya.
Nurdiansyah mengaku bekerja sudah di RSPI Sulianti Saroso selama satu setengah tahun dan sudah terbiasa menangani pasien dengan penyakit inspeksi. Sebelumnya, Nurdiansyah bertugas khusus menangani pasien HIV/AIDS.
"Waktu awal memang kita sudah menangani MERS-COV, kemudian flu burung, kemudian kita sudah pernah menangani pasien-pasien waktu wabah difteri, terus kemudian pernah merawat pasien-pasien dengan kasus-kasus infeksi lainnya," tuturnya.
Nurdiansyah berharap, masyarakat turut membantu tenaga medis dalam memerangi Covid-19 dengan disiplin menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Kita perawat sangat berharap masyarakat melakukan PSBB, melakukan anjuran-anjuran pemerintah. Angka-angka ini sudah meningkat sekali," pungkasnya.

Komentar