Senin, 08 Juni 2026 | 09:49
COMMUNITY

Untung Rugi Ternak Bangkok Murmer Vs Bangkok Impor

Untung Rugi Ternak Bangkok Murmer Vs Bangkok Impor
Ilustrasi. (Youtube)

Keberagaman suara burung perkutut begitu banyak baik karena perbedaan trah maupun asal. Tidak ada  burung perkutut yang memiliki suara yang sama. Inilah sesungguhnya salah satu daya tarik dari burung perkutut. Semua jenis burung perkutut yang ada di kita itu sesungguhnya hampir semua hasil impor akan tetapi sebagian besar hobiis menganggap burung tersebut awalnya asli Tanah Air. Sedangkan istilah burung perkutut Bangkok impor yang dipahami oleh hobiis burung perkutut yang menetas dan dibesarkan di negeri asalnya.

Burung Perkutut Bangkok Hasil Ternak 
Burung perkutut Bangkok impor yang kemudian dikembangkan di Tanah Air ini rata-rata mengalami penurunan kualitas dalam hal ukuran dan suara, terutama untuk burung perkutut Bangkok yang memasuki generasi enam turunan. Tersangka utama dari menurunnya kualitas anakan tersebut bisa disebabkan karena faktor pola rawat dan pakan. Tentu saja itu hanyalah prediksi semata, sebab untuk mengetahui secara akurat haruslah diadakan penelitian secara serius. Tidaklah mengherankan jika harga burung perkutut Bangkok impor itu tetap berharga lebih mahal dibanding burung perkutut Bangkok yang ber-kitir lokal. Mahalnya burung perkutut Bangkok impor itu bagi sebagian hobiis berkantong tipis cukup hanya menelan ludah saja dan harus puas dengan berburu anakan.

Lalu bagaimana langkah kita sebagai penghobi? Hmmmm, benar-benar peluang menggiurkan. Coba bayangkan seekor anakan burung perkutut Bangkok impor yang dagingnya hanya seukuran buah tomat lokal harganya amat sangat berlipat sebanding dengan harga kambing.

Karena beternak tidak melulu urusan hobi melainkan harus mempertimbangkan break even point-nya agar energi selama beternak berimbang dengan nilai ekonomi dari beternak itu sendiri. Mari kita coba bandingkan keuntungan dan kerugiannya. Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah pendanaan tentunya.

Asumsi dalam 1 tahun
Burung perkutut Bangkok murah meriah (murmer)
Indukan jantan siap ternak Rp 500.000 sedangkan indukan betina siap ternak Rp 500.000. Untuk menebus sepasang indukan membutuhkan dana Rp 1.000.000.
Jika saja sepasang indukan ini menghasilkan anakan sebanyak 10 pasang (20 ekor dalam 1 tahun), anggap saja semua anakan semua yang dijual. Usia 2-3 bulan kita jual Rp 100.000 maka satu tahun kita akan panen sebesar Rp 2.000.000 prosentase keuntungannya kurang lebih 50 persen.

Burung perkutut Bangkok impor
Saya ambil contoh burung perkutut Bangkok impor karena ini paling populer di kalangan koong breder. Burung perkutut Bangkok impor jantan siap ternak Rp 10.000.000 sedangkan betina siap ternak Rp 5.000.000. Sehingga kita membutuhkan dana sebesar Rp 15 juta untuk menebus sepasang calon indukan ini.

Jika sepasang indukan ini menghasilkan anakan 20 ekor (dalam setahun) dan anggap semuanya dan setelah usai 2-3 bulan kita jual Rp 1.000.000 maka sekali periode kita akan mendapatkan nilai panen sebesar Rp 20 juta. Uang semua lho itu. Menggiurkan sekali bukan? Prosentase keuntungannya 25 persen.

Tinggal pilih deh, mau ternak burung perkutut Bangkok murmer atau Bangkok impor?

Mari kita coba bandingkan dari kedua jenis ini.

1. Nilai Ekonomi
Pada jenis Bangkok murmer hanya butuh dana sebesar Rp 1.000.000 sedangkan pada bangkok impor butuh dana sebesar Rp 15.000.000. Jika saja dana Rp 15.000.000 itu kita alihkan untuk membeli indukan murmer maka akan didapat sebanyak kurang lebih 15 pasangan indukan siap tangkar. Jika 15 pasang ini masing-masing menghasilkan anakan 20 ekor maka panen anakan akan diperoleh sebanyak 300  ekor. Anda sudah mendapatkan panen sebesar Rp 30 juta. Nilai nominal dari kedua jenis ini kurang lebih sama.

2. Faktor Risiko
Burung perkutut Bangkok murmer
- Perawatannya lebih mudah, tidak perlu pengkondisian istimewa
- Peluang hidup lebih tinggi
- Menjualnya lebih mudah

burung perkutut Bangkok impor
- Perawatannya lebih sulit, perlu pengkondisian istimewa
- Peluang hidup lebih kecil karena perlu adaptasi dengan lingkungan setempat. Jika ada kematian pada indukan maka kerugiannya lebih besar
- Perlu kesabaran untuk memasarkannya.

Benarkah demikian, monggo dibuktikan. Nah tinggal Anda pertimbangkan, pilih mana ternak imporkah atau Bangkok murmer? Semuanya tergantung ke selera dan pendanaan. Ada kebanggaan tersendiri saat anda beternak impor. Tapi apakah beternak itu hanya melulu soal kebanggan atau nilai keekonomiannya saja. Monggo dipilih.... Salam Perkutut Pemula Ampuh.

Nunu Nugraha
(Pencinta perkutut, pemilik Pagoda Bird Farm)

Komentar