Kamis, 11 Juni 2026 | 05:54
NEWS

Jaring Pengaman Sosial Diklaim Kurangi Dampak Ekonomi Masyarakat Akibat Corona

Jaring Pengaman Sosial Diklaim Kurangi Dampak Ekonomi Masyarakat Akibat Corona
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto (Dok BNPB)

ASKARA - Pemerintah telah mengambil berbagai langkah melalui jaring pengaman sosial, untuk membantu perekonomian rakyat yang terdampak Covid-19 secara langsung maupun tidak. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah secara serius memberikan paket-paket stimulus ekonomi yang harus dilaksanakan oleh semuanya. 

"Kita berharap ini harus dijaga dengan baik dan harus tepat sasaran," ujar Yuri, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis kemarin (16/4).

Pemerintah menyadari adanya dampak non-medis dari pandemi virus corona itu. Dan dapat dilihat dari banyaknya orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian karena harus berada di rumah.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah sudah melakukan berbagai macam upaya untuk membantu perekonomian masyarakat melalui berbagai kebijakan.

Beberapa kebijakan itu antara lain Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang menggunakan Dana Desa. BLT tersebut dianggarkan akan menggunakan Rp 22,47 triliun yang direalokasi dari Rp 72 triliun yang dianggarkan untuk Dana Desa.

Selain itu terdapat Kartu Prakerja dengan insentif bulanan yang mencapai Rp 3,5 juta per orang. Serta sudah mecanangkan pengurangan tarif listrik sebesar 50 persen bagi para pelanggan kapasitas 450 watt selama tiga bulan.

"Ini gambaran semua dari keseriusan pemerintah untuk memberikan jejaring pengaman sosial agar masyarakat bisa menjalankan masa yang sulit ini dengan tenang, tanpa kepanikan," tandas Yurianto.

Komentar