Pesan untuk Paramedis yang Tak Bisa Rayakan Paskah Bersama Keluarga
ASKARA - Persatuan Gereja Indonesia (PGI) mengemukakan seluruh tenaga medis yang tengah berjuang melayani pasien tejangkit virus corona (Covid-19) telah mengamalkan makna Paskah sepenuhnya.
Sekretaris Umum PGI, Pendeta Jacky Manuputty turut menyapa semua saudara dokter dan paramedis yang tidak bisa merayakan Paskah bersama keluarga karena harus bersiap siaga di bangsal-bangsal isolasi.
Untuk itu, Jakcy berpesan kepada tenaga medis yang berhalangan untuk merayakan Paskah karena bertugas untuk tetap kuat dan teguh.
"Percayalah saudara-saudara sedang menjalani makna Paskah seutuhnya," ujar Jacky, di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (12/4).
Jacky menambahkan, semangat itu sejalan dengan tema Paskah pada tahun ini yaitu Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru yang dirumuskan dari Kitab Injil, Lukas pasal 24 ayat 5 dan 6.
"Tema ini dirumuskan dalam Kitab Injil yang berbunyi Mengapa engkau mencari Dia yang hidup di antara orang yang mati. Dia tidak ada di sini. Dia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan kepada kamu ketika masih di Galilea,” beber Jacky.
Berdasarkan rumusan kitab injil tersebut, umat diminta untuk memahami tentang bagaimana kita dapat merayakan kehidupan, bahkan dalam segala kelimpahan, sementara di sisi lain ada begitu banyak orang berjuang di ambang batas kehidupan dan kematian akibat pandemi corona.
PGI mengajak masyarakat untuk berperang menghadapi Covid-19 melalui upaya yang telah ditentukan pemerintah. Pencegahan di dalam situasi wabah adalah dengan melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik.
Kedua, program masker untuk semua masyarakat selalu pakai masker apabila berada di tempat umum. Ketiga, menjaga jarak aman satu sampai dua meter saat berinteraksi dengan orang lain.
Keempat, tinggal di rumah, belajar dan bekerja dari rumah. "Kali ini ibadah di rumah dan produktif di rumah lakukanlah semuanya dengan disiplin. Lindungi diri sendiri dan jadilah pelindung bagi semua orang,” tuturnya.

Komentar