Rabu, 17 Juni 2026 | 22:41
NEWS

Pesan Kardinal Suharyo dalam Renungan Paskah: Semoga Diaungerahi Buah-buah Kebangkitan-Nya

Pesan Kardinal Suharyo dalam Renungan Paskah: Semoga Diaungerahi Buah-buah Kebangkitan-Nya
Ilustrasi Perayaan Paskah (Foto Istimewa/Timesjember)

ASKARA - Umat Kristiani tengah merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Hari Paskah. Perayaan terpenting ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19 sedang melanda Tanah Air.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo dengan gembira mengucapkan selamat Paskah umat Kriatiani di Indonesia. Sekaligus juga menyampaikan renungan Paskah. 

"Kita mohon semoga, kita yang merayakan Paskah ini dianugerahi buah-buah kebangkitan-Nya," ujar Ignatius Kardinal Suharyo, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/4).

Dikatakannya, bagian kitab suci yang wajib dibacakan pada Malam Paskah ialah kutipan dari Kitab Keluaran. Berkisah mengenai pembebasan umat Allah Perjanjian Lama dari negeri perbudakan. 

"Peristiwa ini selanjutnya menjadi bagian dari ingatan bersama yang diwariskan turun temurun," tuturnya.

Bukan sebagai peringatan akan peristiwa yang sudah lampau, kata dia, tapi sebagai peristiwa yang tetap aktual dan menyangkut kehidupan serta menentukan sejarah bangsa.

Ingatan bersama ini, lanjut Kardinal Suharyo, menjadi daya penyatu bagi bangsa dan kekuatan ketika bangsa menghadapi tantangan-tantangan besar yang menentukan eksistensinya. 

"Paskah adalah saat ketika kita membatinkan ingatan bersama ini dan membiarkannya membaharui kehidupan kita," ucapnya. 

Kardinal Suharyo teringat doa Prefasi untuk Tanah Air yang sangat indah. Di dalamnya mensyukuri sejumlah peristiwa menentukan di dalam sejarah bangsa, yang seharusnya menjadi ingatan bersama. 

"Peristiwa-peristiwa itu disyukuri sebagai Karya Agung Allah," ungkapnya. 

Tiga peristiwa sejarah yang disyukuri dalam Prefasi itu Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan dan Pancasila yang menjadi dasar negara.

"Inilah tonggak-tonggak sejarah yang menentukan sejarah bangsa kita. Inilah ingatan bersama kita yang mesti terus kita jaga," pesannya. 

Ingatan bersama sebagai bangsa, menjadi daya yang meneguhkan kebersamaan. Memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai macam tantangan.

"Kita yakin, setiap kali kesadaran kita sebagai bangsa dikuatkan, kesatuan dalam ke-Bhinneka-an diteguhkan dan nilai-nilai Pancasial diperjuangkan dan diwujudkan, pesan Paskah menjadi semakin nyata," tandasnya. 

Komentar