Kamis, 04 Juni 2026 | 08:21
NEWS

Ratusan Ribu Paket Sembako Siap Dibagikan untuk Warga Jabodetabek

Ratusan Ribu Paket Sembako Siap Dibagikan untuk Warga Jabodetabek
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (BNPB)

ASKARA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menyatakan pemerintah akan membagikan 200 ribu paket sembako untuk warga di wilayah Jabodetabek. 

Hal itu sebagai stimulus untuk menanggulangi dampak sosial dari situasi wabah virus corona (Covid-19).

"Menteri sosial telah melaporkan dalam waktu dekat ada 200 ribu paket sembako yang akan didistribusikan ke wilayah Jabodetabek. Ini di luar dari (program) social safety net (jaring pengaman sosial) Covid-19," kata Doni dalam konferensi pers melalui video usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (6/4).

Doni meminta aparatur daerah di tingkat kelurahan hingga RT dan RW mendata masyarakat yang diprioritaskan mendapatkan bantuan sembako. antuan sembako juga akan diberikan kepada masyarakat di Jawa Barat dan Banten.

"Gugus tugas akan koordinasi dengan (Pemprov) DKI, Jabar, Banten. Kita harapkan unsur-unsur di depan, termasuk kepala desa, lurah, RT, RW untuk memberikan masukan siapa masyarakat yang perlu jadi prioritas," ujar Doni yang juga kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sebelumnya, pemerintah mengajak masyarakat di kota-kota besar tidak perlu mudik ke kampung, demi mencegah penularan lebih luas Covid-19. Pemerintah menyiapkan bantuan sosial untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat akibat wabah penyakit yang menyerang saluran pernafasan tersebut.

Di luar bantuan sembako, khususnya di program jaring pengaman sosial, pemerintah juga menyiapkan peningkatan Program Keluarga Harapan dari jumlah penerima 9,2 juta menjadi 10 juta penerima. Besaran manfaat PKH pun dinaikkan sebesar 25 persen.

Selain itu, jumlah penerima Kartu Sembako juga ditambah dari 12,5 juta menjadi 20 juta dengan kenaikan nilai 30 persen dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu. Selain itu, pemerintah juga menaikkan anggaran Kartu Prakerja dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaatnya pun ditambah menjadi 5,6 juta orang. (kesatu) 

Komentar