Kamis, 04 Juni 2026 | 11:57
NEWS

Bahan Baku untuk Produksi APD Melimpah

Bahan Baku untuk Produksi APD Melimpah
Ilustrasi APD. (voaindonesia)

ASKARA - Kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) dalam penanganan virsu corona (Covid-19) dipastikan tercukupi. 

Gugus tugas bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memproduksi APD terstandar.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan WHO Indonesia, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perindustrian. Serta Asosiasi Pertekstilan, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia, Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia, dan ahli teknik kimia ITB untuk menentukan standar dan pemenuhan APD.

Wiku menuturkan bahwa APD, khususnya gaun, di dalam negeri selama ini tergantung dari impor dan jumlahnya terbatas. Bahan APD gaun selama ini hanya digunakan sekali pakai.

"Kami telah menemukan bahwa bahan baku pengganti yang sesuai dengan standar WHO cukup melimpah di Indonesia. Bahan baku tersebut diproduksi oleh industri tekstil dalam negeri," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Bahan baku pengganti yaitu polyurethane dan polyester yang bisa digunakan berulang kali dengan proses pencucian secara benar. Bahan tersebut dapat digunakan juga untuk pembuatan tipe baju gaun medis. 

"Pertama jenis gaun terusan. Kedua, jenis jumpsuit coverall," beber Wiku.

Terkait kapasitas produksi APD secara nasional, ada sekitar 1,7 juta per bulan dengan bahan baku pengganti tersebut. Di samping itu, produksi APD saat ini didukung oleh paling sedikit 31 perusahaan tekstil dan 2.900 industri garmen. 

Sementara aturan perizinan produksi telah direlaksasi dan disepakati Kemenperin, Kemenkes, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. 

Produksi nantinya dipastikan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri sehingga seluruh tenaga medis dapat terlindungi demi keselamatan dan keamanan. 

Tidak lupa, Wiku mengajak masyarakat untuk bersatu melawan Covid-19. Serta disiplin secara kolektif untuk menerapkan jaga jarak, jangan berdekatan, dan jangan berkerumun.

"Saling mengingatkan untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hindari menyentuh area wajah dan menerapkan etika saat bersin dan batuk. Gunakan masker saat berada di keramaian," pesan Wiku.

Komentar